Gagas Energi, kenalkan sistem ganti tabung compressed natural gas (CNG)

Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:35 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Gagas Energi, kenalkan sistem ganti tabung compressed natural gas (CNG)

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), yang merupakan anak usaha PT Perusahan Gas Negara Tbk (PGAS) memperkenalkan skema penyaluran Compressed Natural Gas (CNG) baru. Gagas menyebut, sistem Ganti Tabung atau dikenal dengan C-Cyl yang merupakan singkatan dari CNG Cylinder. 

Direktur Utama Gagas Energi Muhammad Hardiansyah menjelaskan, sebelumnya sistem penyaluran gas bumi melalui CNG untuk sektor industri dan komersial atau dikenal dengan Gaslink dilakukan dengan menyalurkan gas dari Gas Transport Module (GTM) ke peralatan penurunan tekanan, yang dilengkapi dengan storage gas atau Pressure Reduction System (PRS) di lokasi pelanggan.

Kini, Gagas memperkenalkan C-Cyl, yang merupakan hasil inovasi sekaligus sebagai respon dan bentuk adaptasi perusahaan di masa pandemi. Hardiansyah menyebut, sistem ini menjadi jawaban bagi calon pelanggan yang ingin menggunakan Gaslink, tetapi terkendala kebutuhan gas bumi yang relatif masih kecil dan atau memiliki lahan usaha yang terbatas. 

Sebagai bagian dari subholding gas BUMN, Gagas pun melihat pentingnya peranan UMKM dalam menopang kegiatan di sektor riil. Selain memiliki ketahanan yang lebih baik, UMKM juga berperan penting dalam proses pemulihan ekonomi pasca pandemi.

"Oleh karena itu, inovasi C-Cyl ini diharapkan bisa memberikan dukungan ke sektor UMKM yang masih menggunakan bahan bakar lain untuk beralih ke energi baik gas bumi yang lebih efisien, aman, ramah lingkungan dan fleksibel dengan kontrak volume pemakaian minimum yang lebih rendah” kata Hardiansyah lewat keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Jum'at (26/2).

Bekerja sama dengan PT Unogas Teknologi Indonesia, skema penyaluran gas pada C-Cyl menggunakan tabung berisikan CNG seberat 20 kg-50 kg yang dapat disimpan dan diganti sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 

Baca Juga: PGN garap infrastruktur dan layanan distribusi gas bumi di Kawasan Industri Kendal

Sama halnya dengan pelanggan Gaslink yang menggunakan skema penyaluran menggunakan GTM dan PRS, untuk menjaga keamanan penggunaan gas maka proses penggantian tabung akan tetap dilakukan oleh petugas. Selanjutnya tabung-tabung yang kosong akan diisi ulang di SPBG terdekat dari lokasi pelanggan. 

Pengenalan pertama sistem C-Cyl ke pelanggan dimulai oleh Gagas pada pertengahan Februari lalu. Restoran Mlinjo yang berlokasi di Jakarta Barat menjadi pelanggan pertama yang menggunakan C-Cyl. 

Ratna, selaku pemilik dari Restoran Mlinjo, mengaku sangat antusias dengan skema ini. Dia menunggu untuk dapat menggunakan Gaslink, tetapi saat itu masih terkendala dengan lahan untuk penempatan PRS dan manuver GTM untuk melakukan pengisian ulang Gaslink. 

Dengan C-Cyl, penggunaannya tetap diawasi dan dibantu oleh petugas di lapangan sehingga konsumen tetap aman. "Selain itu, harganya yang bersaing menjadi salah satu pertimbangan untuk menggunakan Gaslink dengan sistem baru ini," ungkap Ratna. 

Adapun yang membedakan Gaslink sistem C-Cyl dengan skema ganti tabung pada umumnya adalah proses perhitungan pemakaian gas serta proses pembayaran oleh pelanggan. Sistem C-Cyl hanya akan memperhitungkan pemakaian pelanggan sesuai dengan jumlah gas yang mereka pakai. 

Perhitungan jumlah pemakaian gas dapat diperoleh melalui penimbangan masing-masing tabung yang akan digunakan oleh pelanggan di awal kedatangan tabung-tabung tersebut. Sedangkan untuk proses pembayaran pelanggan dengan skema C-Cyl akan mendapatkan tagihan setiap bulan, sesuai dengan jumlah gas yang telah dipakai.

"Jadi, sesuai dengan kampanye penggunaan Gaslink yang selama ini diperkenalkan oleh Gagas, cukup Bayar Yang Anda Gunakan," ungkap Hardiansyah. 

Pelanggan dikenakan perhitungan pembayaran pemakaian gas per bulan sebesar jumlah gas terpakai dikalikan dengan harga gas yang berlaku.

"Dengan segala fasilitas yang ada pada C-Cyl, pada prinsipnya inovasi yang upayakan oleh Gagas ditargetkan agar seluruh pelanggan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam menggunakan GasLink,” pungkas Hardiansyah. 

 

Selanjutnya: PGN garap infrastruktur dan layanan distribusi gas bumi di Kawasan Industri Kendal

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru