CLOSE [X]

Gaet PT Pos Indonesia, Ini Rencana Bisnis M Cash Integrasi (MCAS) ke Depan

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:20 WIB   Reporter: Venny Suryanto
Gaet PT Pos Indonesia, Ini Rencana Bisnis M Cash Integrasi (MCAS) ke Depan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk melakukan perluasan jaringan kendaraan listrik Volta dan Sistem Ganti Baterai (SGB) melalui aplikasi Pospay.

Melalui kerja sama yang dijalin dengan PT Pos Indonesia, perseroan berharap dapat memperluas aksesibilitas Sistem Ganti Baterai (SGB) motor listrik Volta dan ke depannya akan dikembangkan inisiatif kerja sama lain, seperti penyewaan motor listrik.

Aplikasi Pospay milik PT Pos Indonesia merupakan aplikasi mobile penyedia layanan keuangan digital yang telah diunduh oleh lebih dari dua juta pengguna dengan dukungan jaringan yang sangat luas hingga 4.800 Kantorpos online dengan jumlah titik layanan (Point of Sales) mencapai 58.700 titik dalam bentuk Kantorpos, Agenpos, dan Mobile Postal Service.

Direktur Utama PT M Cash Integrasi Tbk Martin Suharlie mengatakan dengan kerja sama yang terjalin, motor listrik Volta dan SGB akan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas dengan memanfaatkan jaringan PT Pos Indonesia sebagai mitra Volta dan SGB.

Baca Juga: MCAS Group Berinvestasi di Lenna.ai

“Di mana pengendara dapat melakukan pembelian produk Volta dan voucher ganti baterai secara mudah melalui aplikasi Pospay serta ke depannya juga dapat melakukan penyewaan motor listrik Volta,” jelas dia dalam keterangan rilis yang diterima Kontan.co.id, Rabu (25/5).

Di samping itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Volta Indonesia Iwan Suryaputra mengungkapkan, lewat kerja sama dengan Pos Indonesia melalui keandalan aplikasi Pospay akan bertujuan untuk memperluas layanan Volta-SGB.

“Kami optimistis dengan kerja sama ini percepatan gerakan migrasi ke ekosistem yang ramah lingkungan dapat segera terlaksana melalui motor listrik Volta dan Sistem Ganti Baterai,” ungkap Iwan.

Dia melihat saat ini perkembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia perlahan mulai merangkak, mengingat perlu adanya teknologi terbarukan pengganti minyak bumi yang semakin menipis.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru