kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Epidemiolog ingatkan varian omicron berpotensi bebani fasilitas kesehatan


Rabu, 01 Desember 2021 / 05:00 WIB
Epidemiolog ingatkan varian omicron berpotensi bebani fasilitas kesehatan

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Penyebaran varian baru Covid-19 bernama omicron yang konon sangat menular, meresahkan banyak negara. Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menyebut varian omicron berpotensi membebani fasilitas kesehatan (faskes).

Varian omicron merupakan mutasi virus corona (Covid-19) yang telah ditetapkan sebagai varian of concern oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan data yang ada, varian tersebut diketahui memiliki penularan yang lebih cepat.

"Potensi membebani faskes Itu sudah ada karena potensi orang yang terinfeksi ini menjadi lebih banyak," ujar Dicky saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (30/11).

Baca Juga: Pemerintah siap hadapi lonjakan kasus Covid-19, upaya pencegahan terus diperketat

Meski begitu, dampak varian tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Data dari penelitian tersebut untuk melihat bagaimana pengaruh varian omicron dengan tingkat keparahan dan kematian yang berdampak pada perlunya penanganan lebih intensif.

Berdasarkan potensi itu, Dicky mendorong agar pemerintah menyiapkan langkah mitigasi. Hal itu berupa tombol darurat atau emergency bila kondisi lonjakan kasus terjadi.

"Sistem rujukan sudah siap, rumah sakit darurat siap digerakan, obat, oksigen, peralatan juga siap termasuk sumber daya manusia (SDM)," kata Dicky.

Selain itu pemerintah juga harus memiliki peta daerah rawan terkait lonjakan kasus. Peta tersebut diketahui dengan meningkatkan upaya whole genome sequence (WGS) untuk mengetahui perkembangan varian dalam kasus Covid-19 di Indonesia.

Dicky menegaskan Covid-19 memungkinkan untuk terus berkembang ke depan. Oleh karena itu perlu kebijakan yang konsisten dan kesabaran dalam menghadapi perkembangan Covid-19.

Baca Juga: Satgas Covid-19: Varian omicron bisa picu lonjakan kasus baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×