kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Elon Musk jadi host SNL, penipu berhasil sedot kripto hampir US$ 100.000


Selasa, 11 Mei 2021 / 01:20 WIB

Sumber: CoinDesk | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Aktor jahat menggunakan hype di sekitar penampilan Elon Musk, CEO Tesla, di Saturday Night Live (SNL) untuk mempromosikan giveaway palsu di Twitter menipu hampir US$ 100.000 dalam bentuk Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin.

CoinDesk mengutip Malware Hunter melaporkan, para scammer berhasil mengakses lebih dari 20 akun Twitter yang tidak terpakai tetapi terverifikasi, mengubah profil agar menyerupai akun SNL dan mempromosikan pemberian kripto palsu oleh Elon Musk. 

Para korban kena tipu untuk mengirimkan sejumlah kecil kripto guna memverifikasi alamat mereka. Dan, di bawah janji palsu, mereka akan menerima 10 kali lipat jumlah yang dikirim sebagai imbalannya.

Baca Juga: Efek Elon Musk memudar, harga Dogecoin makin menukik tajam pasca ukir rekor tertinggi

Penipuan tersebut berhasil menyedot total Bitcoin US$ 40.840, Ethereum US$ 13.758, dan Dogecoin US$ 42.457, Bleeping Computer menyebutkan, seperti dilansir CoinDesk.

Pembajakan massal ini mengingatkan pada peretasan Twitter pada Juli 2020 yang membuat akun-akun terkemuka, termasuk Joe Biden dan Elon Musk, diambil alih untuk mempromosikan penipuan serupa.

Twitter mengatakan, segera melakukan langkah-langkah keamanan ekstra untuk membantu mencegah kejadian seperti itu terjadi lagi.

Selanjutnya: Jelang Elon Musk tampil di SNL, harga Dogecoin cetak rekor tertinggi baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×