kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

El Nino Godzilla Mengintai: Cadangan Beras RI Capai 4,3 Juta Ton, Cukup Sampai Kapan?


Jumat, 03 April 2026 / 04:35 WIB
El Nino Godzilla Mengintai: Cadangan Beras RI Capai 4,3 Juta Ton, Cukup Sampai Kapan?
ILUSTRASI. Stok beras bulog hadapi fenomena Gozilla El Nino (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Reporter: Hervin Jumar | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah mengklaim kesiapan menghadapi ancaman El Nino ekstrem yang disebut “Godzilla” dengan mengandalkan stok beras nasional yang melimpah. Meski demikian, di tengah optimisme tersebut, risiko penurunan produksi dan tekanan terhadap ekonomi pertanian dinilai tetap membayangi sepanjang musim kemarau tahun ini.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut cadangan beras nasional diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga 15 bulan ke depan, atau setidaknya sampai awal 2027 ketika musim hujan kembali datang.

“Sisa 15 bulan. Sampai Maret sudah musim hujan, sudah sampai Februari sudah musim hujan lagi,” kata Amran dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (2/4/2026).

CBP Bulog 4,3 Juta Ton, Berpotensi Naik Jadi 5 Juta Ton

Amran menjelaskan, perhitungan tersebut mengacu pada Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog yang saat ini mencapai sekitar 4,3 juta ton dan berpotensi meningkat menjadi 5 juta ton.

Selain CBP, pemerintah juga menghitung stok beras di masyarakat serta sektor hotel, restoran, dan katering yang diperkirakan mencapai 12,5 juta ton. Ditambah lagi, terdapat potensi dari standing crop sekitar 11 juta ton.

Pemerintah Klaim Produksi Tetap Jalan Saat Kemarau

Amran menegaskan bahwa produksi pangan nasional tetap berjalan meskipun menghadapi periode kemarau.

“Kalau enam bulan tambah enam bulan lagi produksi dua juta berarti itu 12 juta ton. Di saat musim kemarau, El Nino, Godzilla dan seterusnya itu produksi 12 juta ton,” jelasnya.

Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Indonesia Awal April 2026, Sosok Ini Masih Bertahan di Puncak

Ia menilai kesiapan pemerintah saat ini jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

“Jadi persiapan kita jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Karena sebelumnya kita mengantisipasi satu sisi pangan kita impor, sekarang stok kita banyak,” tambah Amran.

Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Pemerintah

Selain mengandalkan stok beras, pemerintah juga memperkuat bantalan stok pangan nasional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) terus dipercepat melalui penyerapan produksi domestik.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebut penguatan stok CPP menjadi bagian dari strategi antisipasi menghadapi El Nino ekstrem.

“Adanya prediksi "Godzilla" El Nino telah menjadi perhatian pemerintah. Kami memastikan ketahanan stok CPP terus diperkuat agar nanti saat diperlukan, bisa segera disalurkan untuk membantu masyarakat,” ungkap Ketut minggu lalu.

Hingga akhir Maret 2026, stok beras yang dikelola Bulog tercatat lebih dari 4 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu.

Tak hanya beras, pemerintah juga memperkuat stok komoditas pangan lain seperti jagung, minyak goreng, gula, hingga daging guna menjaga stabilitas pasokan.

BRIN Ingatkan Risiko Kemarau Panjang dan Gagal Panen

Meski stok beras dinilai aman, tekanan terhadap sektor pertanian tetap berpotensi muncul. Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena El Nino tahun ini akan beriringan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang memicu kemarau lebih panjang dan kering.

Peneliti iklim BRIN Erma Yulihastin mengingatkan pemerintah perlu mewaspadai dampak ganda dari kombinasi fenomena tersebut. Kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan biaya produksi, memperbesar risiko gagal panen, serta mengganggu distribusi di sejumlah wilayah.

Tonton: Purbaya Siapkan Tambahan Subsidi Energi Rp 100 Triliun, APBN Aman Jangka Pendek?

“Selain itu, dampak karhutla di Kalimantan dan Sumatra juga harus dimitigasi. Namun, di saat yang bersamaan, pemerintah juga sebaiknya menyiapkan strategi untuk menangani kelebihan curah hujan di wilayah Sulawesi-Halmahera-Maluku dan dampaknya terhadap banjir dan longsor,” tulis Erma Yulihastin dalam unggahan @brin_indonesia di Instagram.

Dengan proyeksi cuaca ekstrem tersebut, pemerintah dinilai perlu menjaga keseimbangan antara penguatan stok dan perlindungan terhadap sektor produksi pangan agar dampak ekonomi pertanian tidak semakin berat selama musim kemarau 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×