kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ekspor batubara diramal cerah pada akhir 2021, ini pendorongnya


Senin, 04 Oktober 2021 / 09:20 WIB
Ekspor batubara diramal cerah pada akhir 2021, ini pendorongnya

Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai pasar ekspor batubara memiliki prospek cerah seiring permintaan yang meningkat di akhir tahun. Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengungkapkan, Tiongkok sebagai salah satu pasar ekspor utama berpotensi bakal menambah kebutuhan batubara.

"Kalau mencermati krisis energi di Tiongkok dimana pemerintah setempat meminta agar impor batubara dimaksimalkan, tentu akan mendorong permintaan terutama memasuki musim dingin," kata Hendra kepada Kontan, Minggu (3/10).

Hendra melanjutkan, secara umum permintaan sejumlah negara di Asia Timur akan meningkat diakhir tahun seiring masuknya musim dingin. Sementara itu, pada kawasan Asia Tenggara juga diprediksi bakal meningkat seiring membaiknya perekonomian sejumlah negara.

Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava mengungkapkan pasar ekspor batubara secara umum berpotensi mengalami peningkatan permintaan dengan memasuki musim dingin, kendati demikian pasokan batubara sangat sedikit.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) proyeksikan kontribusi volume penjualan ekspor menjadi 47% di 2021

"Ini menyebabkan lonjakan harga batubara tren ini kemungkinan akan berlanjut hingga akhir tahun ini," terang Dileep kepada Kontan, Minggu (3/10).

Dileep melanjutkan, secara umum kondisi ini bisa saja berlanjut ke tahun berikutnya. Pasalnya, saat ini belum ada peningkatan kapasitas batubara.

Sementara itu, merujuk kinerja BUMI hingga semester I 2021, pasar ekspor masih mendominasi penjualan sebesar 65% dan sisa 35% untuk domestik. Sepanjang semester I 2021 BUMI memproduksi sekitar 40 juta ton hingga 41 juta ton.

Dileep menjelaskan, permintaan ekspor dan domestik diprediksi bakal meningkat hingga tutup tahun ini. Sayangnya, ketersediaan batubara dinilai kian ketat termasuk di Indonesia.

Baca Juga: Kementerian ESDM lakukan uji coba perdagangan karbon dengan 80 unit PLTU batubara

"Untuk tahun 2021 kami mengharapkan bisa mencapai antara 83 juta ton hingga 87 juta ton (produksi). Hasil bergantung dari curah hujan yang masih luar biasa tinggi. Ekspor dan domestik diharapkan sama dengan semester I 2021," jelas Dileep.

Selama ini, pasar ekspor BUMI menyasar sejumlah negara dan didominasi China, India dan Jepang.



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×