kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Ekspektasi Konsumen ke Depan Tertekan Kenaikan Harga-Harga


Kamis, 12 Mei 2022 / 05:40 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi enam bulan ke depan tampak menurun. Ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) April 2022 yang sebesar 127,2 atau lebih rendah dari 128,1 pada bulan sebelumnya. 

Namun, meski menurun, ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi ke depan masih terjaga di level optimistis, dengan IEK yang masih berada dalam zona optimistis, atau indeks di atas 100. 

“Melemahnya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan disebabkan oleh penurunan ekspektasi terhadap kondisi usaha, penghasilan, dan ketersediaan lapangan kerja ke depan,” tulis Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporan Survei Konsumen, Rabu (11/9). 

Erwin kemudian memerinci, penurunan ekspektasi terhadap kondisi usaha ke depan terlihat dari penurunan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha sebesar 0,8 poin, dari 125,8 pada bulan Maret 2022 menjadi 125,0 pada bulan laporan. 

Baca Juga: Tren Inflasi Tinggi Masih Menjalar ke Sejumlah Negara Ekonomi Utama

Penurunan ekspektasi ini ditengarai adanya kekhawatiran responden terhadap melemahnya daya beli masyarakat sebagai imbas peningkatan harga beberapa komoditas. “Seperti peningkatan harga minyak goreng dan bahan bakar minyak (BBM). Belum lagi ada peningkatan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11%,” terang Erwin. 

Nah, penurunan indeks terjadi pada mayoritas kelompok pengeluaran, terutama pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan. Sedangkan dari sisi usia, penurunan indeks terjadi pada sebagian kelompok usia dengan terdalam pada kelompok usia 20 tahun hingga 30 tahun. 

Kemudian, ekspektasi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang juga tak setinggi bulan sebelumnya Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja April 2022 berada di level 125,2 atau lebih rendah 1,2 poin dari 126,4 pada bulan sebelumnya. 

Penurunan indeks terpantau pada sebagian kategori pendidikan. Sedangkan berdasarkan usia, indeks mengalami penurunan pada mayoritas kelompok usia responden, terdalam pada responden dengan usia 20 tahun hingga 30 tahun.  

Baca Juga: Sri Mulyani Optimistis Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II 2022 Sesuai Ekspektasi

Sejalan dengan menurunnya ekspektasi kegiatan usaha dan ketersediaan lapangan kerja, ekspektasi responden terhadap penghasilan juga tertahan, tercermin dari Indeks ekspektasi Penghasilan yang sebesar 131,5 atau turun 0,5 poin dari 132,0 pada bulan sebelumnya. 

Menurut kelompok pengeluaran, indeks tertahan pada sebagian kelompok esponden, terutama pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Ditinjau berdasarkan usia, ekspektasi terhadap penghasilan ke depan juga melambat pada sebagian kelompok usia responden, terutama pada responden rentang usia 31 tahun hingga 40 tahun. 

Lebih lanjut, meski ada penurunan ekspektasi konsumen, tetapi secara keseluruhan keyakinan konsumen pada April 2022 ini menguat. Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2022 yang sebesar 113,1 atau lebih tinggi dari 111,0 pada bulan sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×