Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,2% Meski Ekonomi Global Terombang-ambing

Rabu, 03 Agustus 2022 | 05:44 WIB   Reporter: Dendi Siswanto
Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,2% Meski Ekonomi Global Terombang-ambing

ILUSTRASI. Sejumlah truk pengangkut peti kemas melintas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/12/2021). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis ekonomi Indonesia tahun ini bisa tumbuh 5,2%.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa berada pada kisaran 5,2% meskipun ekonomi global tengah dalam tekanan besar.

"Kuartal II pertumbuhan ekonomi diperkirakan sedikit lebih dari 5%. Jika itu bisa kami jaga hingga kuartal III, maka angka 5% hingga 5,52% persen di akhir tahun bisa tercapai," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2022, Selasa (2/8).

Optimisme pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi situasi pandemi Covid-19 yang mulai terkendali karena adanya percepatan vaksinasi.

Baca Juga: Sri Mulyani Optimistis Perbaikan Perekonomian pada Kuartal II 2022 Berlanjut

Selain itu, Airlangga menjelaskan, optimisme pertumbuhan ekonomi tersebut juga didorong oleh sisi permintaan yang membaik, terlihat dari indikator seperti konsumsi, investasi dan sektor eksternal. Selain itu, penerimaan negara juga melejit yang didorong oleh peningkatan harga komoditas global.

"Neraca perdagangan kita masih positif. Dalam enam bulan di Januari sampai Juni kita mendekati US$ 24,39 miliar. Meningkat dua kali dari dibandingkan Januari sampai Juni 2021. Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) relatif masih terkendali," katanya.

Airlangga juga menyampaikan, cadangan devisa Indonesia per akhir Juni 2022 juga masih cukup memadai. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2022 sebesar US$ 136,4 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2022 sebesar US$ 135,6 miliar.

Peningkatan posisi cadangan devisa pada Juni 2022 antara lain dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Meski begitu, Airlangga mengatakan, pemerintah akan terus mewaspadai berbagai risiko yang akan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini.

Baca Juga: Dirjen Pajak Beberkan Bukti Perekonomian Indonesia Bergeliat pada Semester I 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru