Global

Ekonomi luluh lantak, Korea Utara hadapi situasi terburuk

Kamis, 08 April 2021 | 11:25 WIB Sumber: Associate Press,Reuters
Ekonomi luluh lantak, Korea Utara hadapi situasi terburuk

ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengakui negaranya menghadapi "situasi terburuk". KCNA via REUTERS

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Saat berbicara di hadapan ribuan anggota akar rumput dari partai yang berkuasa selama konferensi politik besar di Pyongyang, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengakui negaranya menghadapi "situasi terburuk".

Melansir Associate Press, para ahli mengatakan, Kim mungkin menghadapi momen terberatnya ketika dia mendekati satu dekade pemerintahannya, di mana dengan dilakukannya penguncian virus corona hal itu membuat ekonomi Korea semakin luluh lantak. Padahal sebelumnya, ekonomi Korea Utara sudah lumpuh akibat sanksi yang dipimpin AS atas program senjata nuklirnya.

Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, KCNA, mengatakan bahwa Kim mengeluarkan pernyataan tersebut selama pidato pembukaan pada pertemuan politik Partai Buruh pada hari Selasa.

“Meningkatkan standar hidup masyarakat ... bahkan dalam situasi terburuk yang pernah ada di mana kita harus mengatasi banyak tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bergantung pada peran yang dimainkan oleh sel, organisasi akar rumput partai,” kata Kim seperti yang dikutip AP.

Baca Juga: Kim Jong Un meminta anggota Partai Buruh untuk lebih aktif membangun negara

Dia mendesak anggota Partai Buruh untuk melaksanakan keputusan yang dibuat pada kongres partai pada bulan Januari, ketika dia berjanji untuk meningkatkan penangkal nuklirnya dalam menghadapi tekanan AS dan mengumumkan rencana pembangunan nasional lima tahun yang baru. 

Kongres tersebut dihelat beberapa bulan setelah Kim selama konferensi politik lainnya menunjukkan keterusterangan yang tidak biasa dengan mengakui bahwa rencananya untuk meningkatkan ekonomi tidak berhasil.

Baca Juga: Sanksi perdagangan Jepang ke Korea Utara resmi diperpanjang 2 tahun

Selama pidato hari Selasa, Kim juga mengkritik unit akar rumput partai terkait "kekurangan" yang harus segera diperbaiki untuk memastikan perkembangan partai yang "sehat dan berkelanjutan".

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru