kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ekonomi Global Lesu, Indeks Manufaktur Indonesia Melorot


Rabu, 02 November 2022 / 06:10 WIB
ILUSTRASI. Indeks manufaktur Indonesia turun menjadi 51,8 pada Oktober 2022 dari yang sebelumnya 53,7 pada September 2022.

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi global yang lesu berimbas ke sektor manufaktur Indonesia. Indeks manufaktur atau PMI Manufaktur Indonesia pun turun menjadi 51,8 pada Oktober 2022 dari yang sebelumnya 53,7 pada September 2022.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penurunan indeks manufaktur Indonesia tersebut karena dampak ekonomi global yang melambat.

"PMI Indonesia pada bulan September 2022 53,7.  Pada bulan Oktober menjadi 51,8. Kita masih bersyukur karena ini masih ekspansif dan ekspansif ini kita rasakan 14 bulan berturut-turut," ujar Agus dalam acara Link and Match antara IKM Alat Angkut dengan Tier Agen Pemegang Merk (APM), Selasa (1/11).

Meski indeks manufaktur turun, Agus menyebut, namun masih lebih baik dibanding negara lain. Seperti Tiongkok, Taiwan dan Korea Selatan.

Baca Juga: Indeks Manufaktur Indonesia Turun pada Oktober 2022, Namun Masih di Mode Ekspansi

Agus mengungkapkan, salah satu faktor menurunnya PMI manufaktur adalah lesunya market global seperti Eropa yang saat ini mengalami keterpurukan.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan, pemerintah akan terus berupaya menjaga permintaan/demand agar PMI manufaktur tetap di atas 50. Menurutnya, kekuatan pasar domestik penting menjadi modal menjaga PMI manufaktur tetap dalam posisi ekspansi.

Selain itu, untuk menjaga PMI tetap pada posisi ekspansi perlu didukung dengan kebijakan pemerintah seperti insentif dan stimulus.

"Ini pasti akan kita pelajari, kita kaji, nanti untuk membantu agar industri tidak mengalami perlambatan dalam industri manufakturnya. Kita berharap akan tetap sehat any point di atas 50, di atas 51, di atas 50 masih ekspansif, tapi kita mendorong atau mengupayakan di atas 51," kata Agus.

Baca Juga: Kemenperin Perkuat Supply Industri Alas Kaki Nasional untuk Bersaing Skala Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×