Ekonom UI: Keyakinan Konsumen Mungkin Menurun pada Juli 2022

Kamis, 04 Agustus 2022 | 06:55 WIB   Reporter: Bidara Pink
Ekonom UI: Keyakinan Konsumen Mungkin Menurun pada Juli 2022


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keyakinan konsumen mungkin tergerus pada awal semester II-2022. Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, memang ada peluang penurunan keyakinan konsumen pada Juli 2022 seiring dengan beberapa hal yang terjadi pada bulan tersebut. 

“Ada inflasi yang masih naik tinggi pada Juli 2022, serta ada peningkatan kasus Covid-19 yang kemudian bisa menurunkan keyakinan masyarakat,” tutur Riefky kepada Kontan.co.id, Rabu (3/8). 

Meski begitu, Riefky meyakini penurunan keyakinan konsumen pada Juli 2022 tak akan terlalu signifikan. Bahkan, ia tetap yakin indeks keyakinan konsumen (IKK) masih berada di zona optimistis, atau indeks di atas 100. 

Menurutnya, ini juga didorong faktor pemulihan ekonomi yang tetap terjaga meski ada berbagai risiko yang menghadang perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Harga-harga Naik, Kepercayaan Masyarakat kepada Pemerintah Mulai Menurun

“Pemulihan sudah mulai terbentuk pada periode Lebaran dan Ramadan. Jadi, walau ada penurunan, tetapi masih tetap optimistis,” tambahnya. 

Ke depan, Riefky masih melihat risiko inflasi menghantui prospek keyakinan konsumen. Ia mengimbau pemerintah untuk melakukan upaya agar inflasi yang meningkat tidak terlalu signifikan. Selain itu, pemerintah juga tetap harus menjaga daya beli masyarakat, terutama mereka yang berada di kelas bawah. 

Bila inflasi ini meningkat secara signifikan, ia khawatir akan ada penurunan IKK pada semester II-2022 ini ke zona pesimistis, atau indeks di bawah 100. Meski, memang kemungkinannya sangat kecil. 

Sedangkan untuk menjaga keyakinan konsumen pada masyarakat menengah-atas, Riefky menyarankan pemerintah untuk tetap mempertahankan progres pemulihan ekonomi yang sekarang sudah berjalan. 

“Pemerintah berlu menjaga optimisme masyarakat kelas menengah-atas. Ini bisa dijaga dengan tetap menjaga perekonomian untuk tidak resesi. Optimisme ini harus dijaga oleh pemerintah, sehingga keyakinan konsumen tetap terjaga,” tandas Riefky. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru