kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Ekonom UI: Keyakinan Konsumen Mungkin Menurun pada Juli 2022


Kamis, 04 Agustus 2022 / 06:55 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keyakinan konsumen mungkin tergerus pada awal semester II-2022. Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, memang ada peluang penurunan keyakinan konsumen pada Juli 2022 seiring dengan beberapa hal yang terjadi pada bulan tersebut. 

“Ada inflasi yang masih naik tinggi pada Juli 2022, serta ada peningkatan kasus Covid-19 yang kemudian bisa menurunkan keyakinan masyarakat,” tutur Riefky kepada Kontan.co.id, Rabu (3/8). 

Meski begitu, Riefky meyakini penurunan keyakinan konsumen pada Juli 2022 tak akan terlalu signifikan. Bahkan, ia tetap yakin indeks keyakinan konsumen (IKK) masih berada di zona optimistis, atau indeks di atas 100. 

Menurutnya, ini juga didorong faktor pemulihan ekonomi yang tetap terjaga meski ada berbagai risiko yang menghadang perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Harga-harga Naik, Kepercayaan Masyarakat kepada Pemerintah Mulai Menurun

“Pemulihan sudah mulai terbentuk pada periode Lebaran dan Ramadan. Jadi, walau ada penurunan, tetapi masih tetap optimistis,” tambahnya. 

Ke depan, Riefky masih melihat risiko inflasi menghantui prospek keyakinan konsumen. Ia mengimbau pemerintah untuk melakukan upaya agar inflasi yang meningkat tidak terlalu signifikan. Selain itu, pemerintah juga tetap harus menjaga daya beli masyarakat, terutama mereka yang berada di kelas bawah. 

Bila inflasi ini meningkat secara signifikan, ia khawatir akan ada penurunan IKK pada semester II-2022 ini ke zona pesimistis, atau indeks di bawah 100. Meski, memang kemungkinannya sangat kecil. 

Sedangkan untuk menjaga keyakinan konsumen pada masyarakat menengah-atas, Riefky menyarankan pemerintah untuk tetap mempertahankan progres pemulihan ekonomi yang sekarang sudah berjalan. 

“Pemerintah berlu menjaga optimisme masyarakat kelas menengah-atas. Ini bisa dijaga dengan tetap menjaga perekonomian untuk tidak resesi. Optimisme ini harus dijaga oleh pemerintah, sehingga keyakinan konsumen tetap terjaga,” tandas Riefky. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×