kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekonom Sebut Utang Luar Negeri RI Berpotensi Membengkak Tahun Ini


Rabu, 15 Maret 2023 / 09:55 WIB
Ekonom Sebut Utang Luar Negeri RI Berpotensi Membengkak Tahun Ini

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2023 nampak meningkat bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.  Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN Indonesia pada Januari 2023 sebesar US$ 404,9 miliar, atau naik dari US$ 396,8 miliar pada bulan Desember 2022. 

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memandang. kenaikan ULN tak akan berhenti pada awal tahun 2023 saja.  Menurutnya, pada tahun 2023 akan ada potensi peningkatan ULN karena pemerintah butuh penerbitan utang untuk menambal defisit anggaran. 

"Defisit anggaran pada tahun 2023 diperkirakan lebih lebar dari tahun lalu. Jadi, akan ada penerbitan utang. Selain itu, sebagian penerbitan utang juga digunakan untuk menutup utang jatuh tempo tahun ini," terang Bhima kepada Kontan.co.id, Selasa (14/3). 

Selain itu, Bhima juga memandang pemerintah juga membutuhkan dana yang tidak kecil untuk pembangunan. Terlebih, hanya ada waktu kurang lebih satu tahun untuk pemerintah memenuhi target penyelesaian proyek prioritas sebelum pemilihan umum. 

Baca Juga: Sri Mulyani Mengatakan APBN Surplus Rp 131,8 Triliun per Februari 2023

Dari segi swasta, Bhima juga melihat potensi peningkatan ULN Swasta. Namun, ini tak melulu pertanda buruk karena justru menunjukkan aktivitas ekonomi yang mulai membaik. 

"Dengan demikian, mereka membutuhkan dana untuk ekspansi, yaitu dengan cara penerbitan obligasi," tambah Bhima. 

Pada semester II-2023 pun, Bhima memperkirakan para pengusaha akan melakukan refinancing

Akan tetapi, Bhima meningkatkan perlu juga waspada karena ada peningkatan persepsi risiko dan kenaikan suku bunga yang menjadi tantangan serius bagi pendanaan luar negeri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×