Ekonom Prediksi Neraca Transaksi Berjalan Lanjutkan Surplus pada Kuartal II 2022

Sabtu, 25 Juni 2022 | 08:35 WIB   Reporter: Bidara Pink
Ekonom Prediksi Neraca Transaksi Berjalan Lanjutkan Surplus pada Kuartal II 2022


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Tren surplus neraca transaksi berjalan nampaknya masih akan berlanjut di kuartal II-2022, setelah pada kuartal I-2022 neraca transaksi berjalan mencatat surplus US$ 0,2 miliar atau 0,1% produk domestik bruto (PDB). 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan, neraca transaksi berjalan membukukan surplus di kisaran 0,0% PDB hingga 0,2% PDB. Surplus neraca transaksi berjalan ini didorong oleh kondisi surplus neraca perdagangan barang yang solid. 

“Kalau kita perhatikan, surplus neraca perdagangan April 2022 hingga Mei 2022 saja sudah lebih besar daripada periode Januari 2022 hingga Maret 2022, dan kemungkinan surplus neraca dagang Juni 2022 ini bisa naik lagi seiring pencabutan larangan ekspor CPO,” tutur Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (24/6). 

Namun, neraca pendapatan primer diperkirakan mengalami pelebaran defisit, karena faktor musiman repatriasi dividen. Meski begitu, Faisal yakin surplus neraca perdagangan barang yang  tinggi bisa mengimbangi dan terjadilah surplus neraca transaksi berjalan.  

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri Prediksi BI Kerek Suku Bunga di Semester II 2022

Sayangnya, surplus neraca transaksi berjalan ini tidak diimbangi dengan kondisi neraca pembayaran Indonesia (NPI) yang surplus. Faisal memperkirakan, akan ada defisit kecil pada NPI pada kuartal II-2022. 

Ini seiring dengan kondisi di transaksi financial, terutama di portofolio yang membukukan aliran modal asing keluar (capital ouftlow) pada kuartal II-2022 karena flight to quality, terutama di pasar obligasi. Hal ini juga sejalan dengan cadangan devisa yang terus menurun, bila dibandingkan dengan posisi akhir kuartal I-2022. 

Ke depan, Faisal memperkirakan neraca transaksi berjalan di sepanjang tahun 2022 masih mencatat surplus di kisaran 0,3% PDB. Surplus neraca transaksi berjalan di sepanjang tahun ini masih didukung oleh peningkatan harga komoditas yang kemudian memperkokoh keuntungan neraca perdagangan barang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru