kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Ekonom Bank Mandiri: BI Bakal Kerek Suku Bunga Acuan Tiga Kali di 2022


Jumat, 11 Februari 2022 / 06:50 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diproyeksi menaikkan suku bunga acuan atawa BI 7 Day Reserve Repo Rate (BI7-DRRR) di tahun 2022. Bank Mandiri pun melihat, kenaikan suku bunga acuan bank sentral Indonesia itu akan dimulai pada akhir semester I-2022 mendatang.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, hal ini seiring dengan sinyal yang dilemparkan Federeal Reserve (The Fed) terkait kebijakannya yang makin hawkish di tahun ini.

Seperti diketahu, The Fed, kemungkinan akan meningkatkan suku bunga di akhir kuartal I-2022, atau pada Maret 2022.

“Dengan kondisi ini, kami tegaskan kembali bahwa kebutuhan BI untuk menjaga stabilitas ke depan menjadi semakin vital,” kata Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (10/2).

Faisal pun memperkirakan, BI akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 3 kali di tahun ini, dengan total peningkatan sebesar 75 basis poin (bps). Dengan demikian, suku bunga acuan di akhir tahun 2022 akan menjadi 4,25%.

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50% pada Februari 2022

Baca Juga: BI Akan Menaikkan Suku Bunga Acuan Bila Hal Ini Terjadi

Peningkatan suku bunga acuan ini diperkirakan akan terjadi pada akhir paruh pertama tahun ini dengan asumsi inflasi yang akan meningkat secara signifikan.

Nah, sebelum melakukan peningkatan suku bunga acuan ini, BI diperkirakan akan melakukan pengetatan moneter di beberapa kebijakan terlebih dahulu, seperti peningkatan Giro Wajib Minimum (GWM) dan mengurangi quantitative easing (QE).

Namun, BI tetap akan memberikan guyuran stimulus lewat stimulus makroprudensial yang tetap akomodatif untuk menjaga progres pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×