Efek Samping Muncul Setelah Vaksinasi Booster, Kapan Harus Menemui Dokter?

Kamis, 24 Februari 2022 | 05:38 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Efek Samping Muncul Setelah Vaksinasi Booster, Kapan Harus Menemui Dokter?

ILUSTRASI. Menurut Satgas Penanganan Covid-19, munculnya reaksi atau KIPI pasca imunisasi merupakan hal yang wajar. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi booster bagi masyarakat Indonesia. 

Namun, banyak warga yang masih ragu karena khawatir mengalami reaksi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI ini juga kerap disebut efek samping yang dirasakan setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Padahal, menurut Satgas Penanganan Covid-19, munculnya reaksi atau KIPI pasca imunisasi merupakan hal yang wajar. 

Yang perlu dicatat, KIPI atau reaksi yang muncul setelah vaksinasi jauh lebih ringan dibandingkan terkena COVID-19 atau komplikasi yang disebabkan oleh virus Covid-19.

Para ahli sepakat bahwa vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (3M) adalah cara yang paling tepat untuk keluar dari pandemi ini.

Baca Juga: 6 Juta Lebih Disuntik Vaksin Booster, Ini Efek Samping Vaksinasi Pfizer & Astrazeneca

Berikut informasi penting mengenai reaksi pasca vaksinasi:

Mengapa saya mengalami KIPI? 

Reaksi vaksin dalam tubuh dapat berbeda pada masing-masing individu. Sebagian besar tidak mengalami keluhan atau keluhan ringan pasca vaksinasi.

Apa saja yang termasuk KIPI?

KIPI biasanya bersifat ringan dan sementara, antara lain:

  • Nyeri pada lengan, di tempat suntikan
  • Sakit kepala atau nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Menggigil
  • Mual atau muntah
  • Rasa lelah
  • Demam (ditandai dengan suhu di atas 37,8° C)

Baca Juga: Alami Efek Samping Vaksin Booster Covid-19? Ini 5 Cara Mengatasi

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru