Dukung UMKM, Kontribusi Pembiayaan Inklusif BNI Sudah Capai 27,8%

Selasa, 04 Oktober 2022 | 09:55 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Dukung UMKM, Kontribusi Pembiayaan Inklusif BNI Sudah Capai 27,8%


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) terus berkomitmen memberikan dukungan terhadap segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Berdasarkan peraturan Bank Indonesia (BI) perbankan diwajibkan memenuhi ketentuan rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) minimal 30% pada tahun 2024.

Direktur Enterprise & Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan,  perseroan telah melakukan pembiayaan inklusif sebesar Rp 170 triliun atau 27,8% dari total kredit secara keseluruhan. 

"Realisasi ini menunjukkan sudah sejalan dengan roadmap otoritas moneter yang mendorong pemenuhan RPIM perbankan mencapai 30% di tahun 2024," kata Iqbal pada Kontan.co.id, Senin (3/10)

Ia bilang, BNI sebagai agen pembangunan ekonomi selalu mendukung upaya Pemerintah, dan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih inklusif melalui peningkatan pembiayaan ke segmen UMKM. 

Baca Juga: BSI Dukung Islamic Ecosystem Melalui Sektor Muslim Fesyen

Tak sekadar melakukan pembiayaan, lanjut Iqbal, BNI memiliki ekosistem pembinaan, pembiayaan, hingga pendampingan yang lengkap untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas dan melompat lebih tinggi ke kancah dunia. 

Tentunya, program-program yang BNI miliki juga dibarengi dengan solusi digital banking yang lengkap seperti BNI Mobile Banking, BNIDirect, dan BNI Xpora. Selain itu, dukungan BNI terhadap UMKM juga akan diperkuat dengan kehadiran Bank Mayora yang akan bertransformasi menjadi bank digital UMKM pertama di Indonesia.

Sebelumnya Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, bank digital tersebut ditargetkan dapat diluncurkan  pada kuartal pertama 2023 mendatang.

"Mudah-mudahan (peluncurannya) awal tahun depan, sekarang sebenarnya sudah beroperasi. Kami pilih orang, pilih sistem, pilih bukan orang yang ada juga karena kalau yang ada mindset-nya sama saja," kata Royke. 

Baca Juga: Bank BTPN Telah Melakukan Penyesuaian Bunga Dana

Nantinya bank digital tersebut akan menawarkan bunga yang lebih rendah karena biaya operasionalnya.

Selain akan menambah kontribusi sumber pendapatan perseroan ke depannya, Royke mengatakan, secara berkelanjutan bank tersebut akan menjaring pertumbuhan nasabah terutama di sektor UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru