Dorong Pemulihan Ekonomi, Serapan Anggaran Perlinsos Naik 5,1% hingga Juni

Senin, 04 Juli 2022 | 09:25 WIB   Reporter: Siti Masitoh
Dorong Pemulihan Ekonomi, Serapan Anggaran Perlinsos Naik 5,1% hingga Juni


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan mencatat, penyerapan anggaran untuk perlindungan sosial (perlinsos) hingga semester I 2022 mengalami peningkatan. Realisasinya hingga Juni 2022 ini sebesar Rp 188,2 triliun atau tumbuh 5,1% dibandingkan pada periode yang sama di 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, tingginya penyerapan tersebut digunakan untuk membiayai program-program pendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Dilihat realisasinya ini mengalami peningkatan baik untuk pembiayaan covid maupun non covid atau yang berhubungan dengan pemulihan ekonomi,” paparnya saat melakukan rapat kerja bersama Banggar DPR RI, Jumat (1/7).

Adapun penyaluran perlinsos tersebut disalurkan untuk beberapa program diantaranya, disalurkan melalui Program Kartu Pra Kerja yang telah dinikmati 1,7 juta peserta, Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), kartu sembako untuk 18,7 juta KPM, BLT Desa untuk 7,5 KPM, dan subsidi bunga KUR untuk 3,7 juta debitur.

Baca Juga: Belanja Kompensasi BBM dan Listrik Tembus Rp 104,8 Triliun pada Semester I

Selain itu, peningkatan realisasi belanja perlinsos ini diserap melalui belanja Kementerian/Lembaga (K/L), belanja non K/L, dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).

Realisasi belanja K/L antara lain program kartu sembako, pelaksanaan BLT minyak goreng, pemberian bantuan pedagang kaki lima warung dan nelayan, pelaksanaan penyaluran PKH.

Sementara itu, pada realisasi belanja non K/L meningkat seiring dengan meningkatnya realisasi subsidi energi. Antara lain untuk subsidi BBM, listrik dan LPG, serta pada realisasi TKDD terjadi peningkatan penyaluran BLT Desa.

“Sementara itu untuk realisasi TKDD karena adanya peningkatan penyaluran BLT Desa,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru