Dolar AS Perkasa, BI: Utang Luar Negeri Indonesia Masih Aman

Minggu, 02 Oktober 2022 | 06:30 WIB   Reporter: Siti Masitoh
Dolar AS Perkasa, BI: Utang Luar Negeri Indonesia Masih Aman


KONTAN.CO.ID - UBUD. Bank Indonesia (BI) memastikan kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini masih dalam batas aman, di tengah kondisi kurs rupiah yang terus amburk di level Rp 15.263 per dolar AS.

Erwin mengatakan, kondisi ULN yang aman tersebut, dipengaruhi struktur utang yang saat ini banyak didominasi oleh utang jangka panjang.

“Utang kita saat ini aman, statistik utang kita juga sangat aman,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam agenda pelatihan media bersama Bank Indoensia di Ubud Bali, Sabtu (1/10).

Selain itu, pencatatan utang yang juga saat ini sudah sangat jelas dan terdata di statistik. Berbeda dengan kondisi pada tahun 1998 saat terjadinya krisis moneter, yang kondisi proporsi utangnya tidak tercatat dan tidak diketahui besarannya.

Baca Juga: Rupiah Melemah 1,24% Dalam Sepekan, Simak Proyeksinya untuk Pekan Depan

Untuk diketahui, posisi ULN Indonesia pada Juli 2022 kembali menurun. Bank Indonesia  mencatat posisi ULN pada periode tersebut tercatat sebesar US$ 400,4 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN bulan sebelumnya yang sebesar US$ 403,6 miliar.

ULN Pemerintah pada Juli 2022 juga melanjutkan tren penurunan. Posisi ULN Pemerintah pada Juli 2022 sebesar US$ 185,6 miliar, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 187,3 miliar.

Secara tahunan, ULN Pemerintah mengalami kontraksi sebesar 9,9%, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada Juni 2022 yang sebesar 8,6%.

Penurunan ULN Pemerintah terjadi akibat adanya pergeseran penempatan dana oleh investor nonresiden di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Sementara itu, instrumen pinjaman mengalami kenaikan posisi dari bulan sebelumnya yang digunakan untuk mendukung pembiayaan program dan proyek, baik untuk penanganan Covid-19, pembangunan infrastruktur maupun untuk pembangunan proyek dan program lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru