CLOSE [X]

DOID optimistis kinerja operasional dan keuangan di tahun ini dapat tumbuh positif

Kamis, 16 Desember 2021 | 08:35 WIB   Reporter: Filemon Agung
DOID optimistis kinerja operasional dan keuangan di tahun ini dapat tumbuh positif


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) optimistis kinerja operasional dan keuangan di tahun ini dapat tumbuh positif kendati dampak pandemi covid-19 dan faktor cuaca masih tak menentu.

Presiden Direktur DOID Ronald Sutardja mengungkapkan, dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perusahaan telah melakukan upaya mitigasi dengan meningkatkan produktivitas dan layanan bisnis inti. "Perusahaan berhasil mempertahankan kinerjanya dengan baik, berhasil menunjukkan pemulihan secara bertahap baik volume ataupun pendapatan," terang Ronald dalam gelaran Public Expose Virtual, Rabu (15/12).

Ronald melanjutkan, perbaikan kinerja pun turut terdorong dengan tren harga batubara yang cukup positif. Ronald melanjutkan, demand ekspor batubara diprediksi masih akan cukup stabil untuk beberapa tahun ke depan. Dengan demand yang diprediksi masih membaik maka Ronald pun meyakini harga batubara masih dapat terjaga di level yang cukup baik.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2021, DOID sejatinya membukukan pendapatan US$ 596,74 juta. Angka ini naik 20,75% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 494,17 juta.

Beban pokok naik 19,47% secara tahunan menjadi US$ 515,67 juta. Kenaikan ini terbilang masih proporsional mengingat DOID masih mampu mencatat kenaikan laba kotor 29,56% secara tahunan menjadi US$ 81,08 juta. Sayangnya, DOID membukukan kerugian bersih US$ 16,1 juta. Angka ini membengkak 336,01% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 3,69 juta.

Baca Juga: Hingga kuartal III, kerugian Delta Dunia Makmur (DOID) membesar

Direktur DOID Una Lindasari mengungkapkan, kenaikan pendapatan terdorong oleh raihan positif perusahaan untuk pengerjaan pemindahan lapisan tanah yang hingga kuartal III 2021 mencapai 232,3 juta bank cubic meter (BCM). Angka ini naik 1% yoy dari periode sama di tahun sebelumnya yang mencapai 229,7 juta bcm. Sementara untuk batubara mencapai 38,9 juta ton atau naik 15% dari periode sama ditahun lalu yang sebesar 33,8 juta ton.

"Kedua hal inilah yang menyebabkan pendapatan neto kami meningkat sebesar 21% dan ditambah dengan charges yang kami bebankan ke konsumen karena kenaikan harga batubara," ungkap Una dalam kesempatan yang sama.

Una melanjutkan, jika dilihat lebih rinci maka kinerja operasional cenderung menunjukkan peningkatan setiap kuartalnya. Kondisi ini pun diharapkan terus berlanjut ke depannya. Sementara itu, untuk belanja modal sejauh ini perusahaan telah mengalokasikan sekitar US$ 169 juta. Dimana alokasi ini naik signifikan mencapai 814% yoy. Pada periode sama di tahun lalu realisasi belanja modal hanya mencapai US$ 18 juta.

 

 

Una memastikan, kenaikan belanja modal ini disebabkan kebutuhan perusahaan untuk menyiapkan sejumlah pekerjaan terkait kontrak baru yang telah diperoleh. Dua kontrak baru berasal dari Adaro dan Bayan Resources. Kedua kontrak ini diperkirakan akan mulai beroperasi penuh di akhir tahun ini dan di tahun depan.

Una melanjutkan, hingga akhir tahun nanti raihan volume untuk overburden removal diprediksi akan sedikit berbeda dengan prognosa yang ditetapkan perusahaan di kisaran 340 juta BCM hingga 380 BCM. Sementara untuk batubara, diperkirakan bisa mencapai 50 juta ton hingga 55 juta ton.

Selain itu, realisasi belanja modal diperkirakan sampai tutup tahun bakal mencapai US$ 350 juta. Dengan pendapatan di akhir tahun diharapkan bisa mencapai US$ 840 juta hingga US$ 920 juta dan EBITDA mencapai US$ 220 juta hingga US$ 260 juta dari capaian per kuartal III 2021 yang sebesar US$ 150 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru