Ditunjuk jadi Gubernur The Fed untuk periode kedua, ini PR Jerome Powell

Rabu, 24 November 2021 | 06:15 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Ditunjuk jadi Gubernur The Fed untuk periode kedua, ini PR Jerome Powell

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kembali menominasikan Jerome Powell sebagai Gubernur The Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral AS. Mantan bankir investasi itu dinilai dapat melanjutkan perombakan moneter dan membantu Amerika keluar dari krisis pandemi. 

Biden juga menominasikan Lael Brainard sebagai Wakil Gubernur The Fed. Keduanya mendapat tugas tambahan untuk menjaga pertumbuhan jumlah pekerja dan menjaga tingkat inflasi di Amerika. “Kami telah beralih dari ekonomi yang ditutup ke ekonomi yang memimpin dunia dalam pertumbuhan ekonomi,” kata Biden dalam sambutannya di Gedung Putih dilansir dari Reuters, Selasa (23/11). 

Biden menganggap Powell sebagai sosok pemimpin yang mantap dan mampu menenangkan kepanikan pasar. Bahkan Biden percaya, Powell adalah orang yang tepat untuk mendorong kebijakan moneter secara berkelanjutan. 

Saat ini, Amerika masih menghadapi dampak pandemi, termasuk inflasi. Tapi negara telah membuat kemajuan besar termasuk menambahkan hampir 6 juta pekerjaan baru sejak dia dilantik dan meningkatkan jumlah upah. Ini dampak positif dari kebijakan The Fed. "Pada saat potensi dan ketidakpastian pasar yang besar bagi perekonomian, kita membutuhkan stabilitas dan kemandirian The Fed," lanjut  Biden. 

Baca Juga: Bukan Jakarta, kota di Indonesia ini yang masuk 100 kota paling tercemar di dunia

Setelah dinominasikan Presiden AS, Powell dan Brainard masih perlu mendapat persetujuan dari anggota senat yang saat ini didominasi oleh Partai Demokrat. Namun partai penguasa itu dalam keadaan terpecah. 

Di sisi lain, Biden membuka beberapa posisi baru The Fed termasuk posisi Wakil Ketua The Fed untuk pengawasan, yang dapat diisi secepatnya bulan depan dan dapat digunakan untuk memperkuat pengaturan bank, meningkatkan keragaman, dan membuat perubahan lain yang telah didesak oleh para pendukungnya.

Tak hanya itu, Biden juga meminta The Fed segera menetapan suku bunga saat ekonomi dibuka kembali. Artinya, kenaikan suku bunga bisa datang lebih cepat daripada inflasi. 

Masa jabatan kedua Powell akan dimulai pada awal Februari, dan bulan-bulan mendatang akan sangat penting dalam menentukan apakah kebijakan The Fed dapat mengangkat lapangan pekerjaan atau membiarkan inflasi melonjak.

Amerika mencatat dampak korosif inflasi yang tinggi terhadap ekonomi dan keluarga di Amerika. Hal ini mungkin menjadi sinyal untuk mengendalikan laju kenaikan harga yang cepat yang menjadi prioritas utama perbankan.

Baca Juga: Pertama kali, Rusia dan ASEAN gelar latihan Angkatan Laut di Indonesia

Dalam sambutan singkat, Powell menekankan bahwa inflasi memiliki dampak besar bagi perekonomian dalam negeri. 

“Kami tahu bahwa inflasi yang tinggi merugikan keluarga, terutama mereka yang kurang mampu memenuhi biaya kebutuhan pokok yang lebih tinggi, seperti makanan, perumahan, dan transportasi,” kata Powell.

Guna mengantisipasi itu, The Fed akan mengeluarkan kebijakan yang mendukung perekonomian, memperkuat pasar tenaga kerja serta mencegah tingkat inflasi yang lebih tinggi. 

 

Selanjutnya: Cikarang Listrindo (POWR) catat kinerja positif pada kuartal III 2021

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru