kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Diproyeksi inflasi 0,08% mom pada Oktober 2020, ini komoditas penyumbangnya


Senin, 02 November 2020 / 06:20 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis kalau Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Oktober 2020 akan mulai mengalami peningkatan harga (inflasi) tipis.

Berdasarkan survei pemantauan harga hingga minggu keempat bulan Oktober 2020, inflasi diperkirakan akan sebesar 0,08% mom. Bank sentral mengklaim, inflasi tersebut berada pada level yang rendah dan masih terkendali.

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Oktober 2020 secara tahun kalender sebesar 0,97% ytd, dan secara tahunan sebesar 1,46% (yoy),” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.

Penyumbang inflasi pada periode laporan berasal dari komoditas cabai merah yang naik 0,09% mom, bawang merah yang naik 0,03% mom, serta harga minyak goreng dan daging ayam ras yang naik masing-masing 0,01% mom.

Baca Juga: Menguat 5,30% sepanjang Oktober, begini prospek IHSG pada November 2020

Sementara itu, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat laju inflasi, seperti telur ayam ras yang turun 0,04% mom, beras yang turun 0,01% mom, juga harga emas perhiasan yang terkoreksi 0,01% mom.

Ke depan, BI mengaku akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Bank sentral juga akan memperkokoh langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×