kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,72   -11,79   -1.28%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Digitalisasi Jadi Langkah Strategis Perbankan untuk Tekan Efisiensi Operasional


Sabtu, 20 Mei 2023 / 13:45 WIB
Digitalisasi Jadi Langkah Strategis Perbankan untuk Tekan Efisiensi Operasional

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perbankan kini semakin memperbaiki efisiensi dari sisi rasio beban operasional terhadap pendapatan bunga bersih alias cost to income ratio (CIR). Langkah digitalisasi menjadi jalan yang paling banyak digunakan untuk menekan rasio tersebut.

Misalnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang mencatatkan posisi CIR turun menjadi 35,1% per Maret 2023 dari setahun sebelumnya 35,8%. Hanya saja, jika dilihat dari kuartal sebelumnya, ada kenaikan karena posisi akhir tahun CIR di level 32,5%.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn bilang BCA selama ini telah mengelola biaya operasional secara efektif dan efisien dalam mendukung pertumbuhan bisnis. 

Baca Juga: Transaksi Perbankan dengan BI-Fast Semakin Diminati

Menurutnya, pengelolaan operasional yang efisien salah satunya dilakukan melalui optimalisasi layanan transaksi perbankan digital dan transaksi non tunai, serta penerapan digitalisasi pada proses bisnis internal.

Ia merinci pada kuartal I-2023, hampir seluruh transaksi di BCA telah dilakukan secara digital, dengan rincian sebesar 91,0% volume transaksi dilakukan melalui mobile dan internet, 8,7% melalui ATM.

“Hanya 0,3% melalui cabang,” ujarnya.

Hera menambahkan tahun ini, pihaknya masih terus melanjutkan investasi digital, namun juga diharapkan dapat membukukan kenaikan pendapatan dari digitalisasi. Di sisi lain, BCA memproyeksikan beban operasional yang akan dialokasikan untuk memberikan promo dan penawaran bagi segenap nasabah. 

“Untuk sepanjang tahun 2023, kami menargetkan CIR terjaga di level 35%-37%,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) Sigit Prastowo mengungkapkan bahwa CIR secara bank only saat ini sebesar 33,47% atau membaik jika dibandingkan dengan CIR akhir tahun 2022 sebesar 38,16%.  

Sigit bilang efisiensi yang dicapai ini merupakan hasil dari strategi mendigitalisasikan bisnis bank baik dari sisi operasional maupun penawaran produk dan jasa kepada nasabah melalui Livin dan Kopra.

Meski demikian, Sigit memproyeksikan akan terdapat peningkatan biaya operasional bank di tahun 2023. Menurutnya, ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Tapi di level yang masih sehat (low single digit),” ujarnya.

Oleh karenanya, Ia bilang Mandiri akan meneruskan dan memperkuat strategi dan transformasi digital bank di tahun 2023 serta fokus prioritisasi OPEX. 

Baca Juga: Perbankan Semakin Gencar Salurkan Kredit Kendaraan Listrik

“Sehingga, di tahun 2023 kami memiliki aspirasi untuk menjaga CIR di tingkat 35-36% secara bank only,” tandasnya.

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Aestika Oryza Gunarto juga menyebutkan bahwa hingga tiga bulan pertama 2023, posisi CIR yang dimiliki juga mengalami penurunan. 

Jika mengutip dari presentasi BRI di kuartal pertama kemarin, posisi CIR bank only ada di level 37,37% dari posisi akhir tahun di level 41,95%. Sementara, target CIR di tahun ini ada di kisaran 40% hingga 41,5%.

“Salah satu upaya efisiensi operasional yang dilakukan agar bunga kredit BRI tetap bersaing, di antaranya mengoptimalkan digitalisasi proses bisnis yang tetap efisien melalui penggunaan BRISPOT,” ujarnya.

Ia menyebut utilisasi BRISPOT tersebut telah meningkatkan produktivitas pemasar mikro BRI, dengan rata-rata pinjaman senilai Rp 16,8 miliar dan mengelola 528 debitur per pemasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×