Dianggap aib jadi salah satu faktor tingginya kasus kematian akibat virus corona

Selasa, 27 Juli 2021 | 10:30 WIB   Reporter: Abdul Basith Bardan
Dianggap aib jadi salah satu faktor tingginya kasus kematian akibat virus corona

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat kematian akibat virus corona (Covid-19) di Indonesia terus berada di kondisinyanh tinggi. Selama 11 hari terakhir, kasus kematian harian di Indonesia tercatat lebih dari 1.000 kasus. Lambatnya penanganan pasien menjadi penyebab tingginya kematian.

Bukan hanya penemuan kasus yang lambat, penanganan yang lambat juga disebabkan pasien yang tak melapor. Hal itu disebabkan masih adanya anggapan Covid-19 sebagai aib.

"Mereka tidak mau dites, tidak mau lapor karena ada beban sosial," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers usai rapat terbatas, Senin (26/7).

Baca Juga: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebut corona di Jakarta turun dan terkendali

Budi menyebut pasien takut terhadap anggapan aib tersebut. Oleh karena itu, bekas Wakil Menteri BUMN itu meminta masyarakat membantu memberikan keyakinan bagi orang yang terinfeksi Covid-19.

"Jangan diaibkan nanti malah nggak mau lapor, telat masuk rumah sakit dan jadi kematian tinggi. Jadi tolong bapak ibu segera lapor ke rumah sakit puskesmas, dokter agar bisa dites cepat supaya bisa tahu level keparahannya seperti apa dan di-treatment sesuai keparahannya," ungkap Budi.

Selain itu, Budi juga mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Hal itu dengan memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan.

Sebagai informasi, saat ini penambahan kasus harian di Indonesia telah menunjukkan penurunan dengan 28.228 kasus pada hari ini. Namun, angka kematian harian masih tercatat sebanyak 1.487 kasus.

Selanjutnya: Menkes pastikan laboratorium dan alat tes Covid-19 siap untuk genjot testing

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru