Di tengah penguncian, kasus harian COVID-19 di Malaysia tembus 15.000

Sabtu, 24 Juli 2021 | 12:32 WIB Sumber: Reuters
Di tengah penguncian, kasus harian COVID-19 di Malaysia tembus 15.000

ILUSTRASI. Suasana lalu lintas pada hari pertama perpanjangan total lockdown untuk mengekang penyebaran COVID-19 di Jalan Sultan Ismail, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (15/6/2021). ANTARA Foto/Agus Setiawan.

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Malaysia mencatat rekor baru kasus harian COVID-19 pada Jumat (23 Juli), dengan melaporkan 15.573. Angka ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya dengan selisih lebih dari 2.000 infeksi.

Ini juga pertama kalinya kasus harian COVID-19 di Malaysia menembus angka 15.000.

Wilayah Lembah Klang sekali lagi menyumbang lebih dari setengah dari infeksi baru, dengan 7.672 kasus COVID-19 tercatat di Selangor dan 2.063 di Kuala Lumpur.

Juli telah menjadi bulan dengan beberapa rekor tertinggi untuk Malaysia, yang telah dikunci secara nasional sejak 1 Juni lalu. Negeri jiran mencapai rekor tertinggi sebelumnya dengan 13.215 kasus pada 15 Juli.

Baca Juga: Jika stok habis, Malaysia tak lanjutkan pemberian vaksin COVID-19 buatan Sinovac

Malaysia juga mencatat penghitungan harian tertinggi kedua hanya satu hari yang lalu, 22 Juli, sekaligus menandai hari paling mematikan sejak pandemi bergulir pada 21 Juli dengan 199 kematian akibat COVID-19.

Lonjakan kasus di Malaysia terjadi di tengah berbagai masalah yang saat ini membebani negara, termasuk pergolakan politik di antara para pemimpin partai serta seruan untuk membuka kembali parlemen.

Warga Malaysia juga telah membawa kekecewaan mereka ke dunia maya untuk mengungkapkan ketidaksenangan dengan para pemimpin saat ini di bawah tagar #KerajaanGagal (pemerintah gagal).

Mereka juga telah membentuk gerakan akar rumput "bendera putih" dalam upaya membantu warga yang paling terpukul oleh pandemi dan tidak cukup mendapat dukungan dari upaya bantuan pemerintah.

Hingga Jumat, Malaysia melaporkan total 980.491 kasus COVID-19.

Selanjutnya: Cegah varian Delta, Filipina larang masuk pelancong dari Malaysia dan Thailand

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru