kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45899,63   -8,92   -0.98%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Di tengah pandemi, produk asuransi jiwa tradisional masih dilirik pasar


Rabu, 25 Agustus 2021 / 04:15 WIB
Di tengah pandemi, produk asuransi jiwa tradisional masih dilirik pasar

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk asuransi tradisional dari asuransi jiwa nampaknya masih diminati oleh masyarakat di tengah pandemi. Bahkan, beberapa perusahaan asuransi mengaku produk tersebut masih mendominasi dibandingkan produk asuransi lain, seperti unitlink.

Ambil contoh, BNI Life yang memiliki produk tradisional dengan kontribusi sebesar 67% dari total pendapatan premi. Pendapatan premi dari produk tersebut juga tumbuh 3,9% yoy sampai dengan Juli 2021 sebesar Rp1,76 triliun.

“Saat ini lebih banyak ke produk tradisional. Namun ke depannya, sejalan dengan strategi perusahaan kami akan fokus melakukan pemasaran produk unitlink,” ujar Direktur Keuangan BNI Life Eben Eser Nainggolan kepada KONTAN, beberapa waktu lalu.

Eben bilang kalau peningkatan premi lebih dikarenakan adanya kenaikan dari pendapatan premi lanjutan. Meski demikian, jumlah pemegang polis baru produk tradisional sampai dengan bulan Juli 2021 masih terus mengalami peningkatan.

Baca Juga: Perusahaan asuransi jiwa ini sediakan perlindungan risiko meninggal akibat Covid-19

“Polis baru produk tradisional mencatatkan tren pertumbuhan lebih dari 36% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rata-rata jumlah polis baru lebih dari 13 ribu polis setiap bulannya,” ujar Eben 

Asal tahu saja, pemegang polis produk tradisional di BNI Life saat ini lebih dari 60% berada di kalangan usia muda. Mereka banyak mengincar produk tersebut karena memiliki pengetahuan cukup baik mengenai produk asuransi dan beberapa merupakan keluarga muda yang membutuhkan perlindungan asuransi.

Bernasib sama, produk tradisional dari Generali Indonesia juga masih mendominasi portofolio perusahaan dengan kontribusi sebesar 52,1% pada semester satu tahun ini. Pada periode yang sama, pendapatan produk tradisional Generali mencapai lebih dari Rp 780 miliar atau tumbuh 59% yoy.

“Produk tradisional memang masih mendominasi. Namun seiring berjalannya waktu dan tumbuhnya perekonomian, tidak menutup kemungkinan unitlink juga bisa terus tumbuh,” ujar Vivin Arbianti Gautama selaku Chief Marketing & Customer Officer Generali.

Baca Juga: Astra Sedaya Finance siapkan dana Rp 8,20 miliar untuk bayar bunga obligasi

Sedikit berbeda, produk tradisional BRI Life justru mengalami koreksi 2% yoy pada periode Juli 2021 menjadi 2,53 triliun. Hanya saja, kontribusinya masih mendominasi keseluruhan produk yang dimiliki sebanyak 65,71% dibandingkan produk unitlink yang pendapatan preminya malah tumbuh 39% yoy menjadi Rp 1,32 triliun. “ Produk unitlink tetap memiliki pasar, namun kami arahkan untuk (asuransi) proteksi,” ujar Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila.

Sementara itu, pemegang polis di BRI Life masih bisa meningkat signifikan juga didominasi oleh yang memiliki produk tradisional. Jumlah pemegang polis individu mencapai sekitar 5,4 juta polis dan peserta kumpulan mencapai sekitar 8,9 juta jiwa.

Iwan juga menyebutkan bahwa jika ada nasabah yang ingin masuk produk unitlink, pihaknya mendorong untuk pemilihan fund ke reksadana fixed income atau money market, meskipun imbal hasil cenderung lebih kecil. “Cocok untuk pasar saat ini,” pungkas Iwan.

Selanjutnya: Mulai September 2021, pengalihan aset Jiwasraya ke IFG Life

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×