CLOSE [X]

Di tahun depan, Austindo Nusantara (ANJT) bakal genjot bisnis sagu dan edamame

Selasa, 24 November 2020 | 10:00 WIB   Reporter: Agung Hidayat
Di tahun depan, Austindo Nusantara (ANJT) bakal genjot bisnis sagu dan edamame


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) turut menggenjot bisnis non sawitnya yakni sagu dan edamame. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan produksi kedua bahan pangan tersebut meningkat beberapa kali lipat.

Dalam pemaparan publik perseroan, disebutkan produksi edamame mengalami peningkatan 37,1% secara tahunan di kuartal ketiga tahun ini menjadi 658 ton dengan kenaikan harga jual 19,1% secara tahunan di kuartal tersebut. Sedangkan untuk produksi sagu mengalami pelemahan 7% year on year menjadi 1.801 ton di triwulan ketiga tahun ini.

Penurunan produksi sagu disertai turunnya harga jual rata-rata tepung sagu 9.9% secara tahunan hingga akhir September tahun ini. Menurut Istini Siddharta, Direktur Utama ANJT produksi sagu terhambat salah satunya disebabkan oleh pandemi yang membuat peluang ekspor tertunda.

Baca Juga: Humpuss Intermoda (HITS) meremajakan armada

"Jadi kami fokus di peningkatan ekstraksi sagu terlebih dahulu," ungkapnya saat paparan publik, Senin (23/11). Level ekstraksi sagu menjadi tepung sagu tersebut telah mengalami kenaikan dimana hingga akhir September sudah mencapai 7,8%, sedangkan hingga bulan Oktober kemarin tingkat ekstraksi telah mencapai 13%-14%.

Baik edamame dan tepung sagu di kuartal ketiga tahun ini mencatatkan pertumbuhan penjualan masing-masing 84% dan 36% secara tahunan, dengan perolehan masing-masing US$ 342 ribu dan US$ 941 ribu di triwulan tersebut. Porsi penjualan kedua bahan pangan itu tercatat kurang dari 2% terhadap total revenue perseroan, namun ANJT optimistis peluang bisnisnya cukup tinggi.

Maka dari itu, Istini bilang, pihaknya di tahun depan berencana meningkatkan produksi tepung sagu tiga kali lipat dibandingkan tahun ini serta untuk edamame sebanyak dua kali lipat dibandingkan tahun 2020. Perseroan menyasar pasar dalam negeri maupun luar negeri untuk kedua produk pangan tersebut.

Selanjutnya: PTPP menggenggam kontrak baru Rp 17,42 triliun hingga pertengahan November 2020

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru