Dharma Samudera Fishing (DSFI) menargetkan penjualan Rp 520 miliar di tahun 2021

Selasa, 27 Juli 2021 | 06:10 WIB   Reporter: Ramadhan Sultan
Dharma Samudera Fishing (DSFI) menargetkan penjualan Rp 520 miliar di tahun 2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang bergerak di sektor perikanan laut, PT Dharma Samudera Fishing Tbk (DSFI) menargetkan penjualan tahun ini meningkat sebesar 42% atau sebesar Rp 520 miliar bila dibandingkan pencapaian tahun 2020 sebesar Rp 365 miliar (yoy).

Direktur Utama PT Dharma Samudera Fishing Tbk (DSFI) Ewijaya menjelaskan, perseroan sangat optimis bisa mencapai target tersebut, melihat prospek bisnis di tahun 2021 dengan mempertimbangkan perkembangan vaksinasi serta relaksasi pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat di seluruh negara-negara di dunia termasuk di Indonesia.

“Perkembangan pandemi covid-19 yang tidak menentu tetap menjadi suatu resiko ketidakpastian yang harus dihadapi perseroan,” ucap dia kepada Kontan.co.id, Senin (26/7).

Adapun strategi untuk mencapai target tahun 2021, Ewijaya menjelaskan, pihaknya melakukan beberapa hal, pertama, memperluas jaringan penjualan dan menambah jumlah pelanggan. Kedua, menerapkan pendekatan marketing yang lebih agresif. Ketiga, mengembangkan pasar lokal dan secara aktif mengembangkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.

Baca Juga: Harmonisasi RPP holding BUMN pangan, begini penjelasan Dirut RNI

 

 

“Untuk rencana bisnis seperti agenda perusahaan dan ekspansi di tahun 2021, sampai saat ini belum ada rencana perseroan untuk ekspansi pada tahun ini dan tidak ada rencana capital expenditure (capex) untuk tahun ini,” ucapnya.

Sebagai informasi, DSFI kuartal I-2021 mencatat kinerja yang tumbuh 28,45% menjadi Rp 134,77 miliar bila dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 104,92 miliar. Adapun beban pokok penjualan naik 23,46% menjadi Rp 114,51 miliar bila dibandingkan periode yang sama sebesar Rp 92,75 miliar. 

Untuk beban umum dan administrasi sebesar Rp 4,99 miliar, bila dibanding periode yang tahun lalu sebesar Rp 4,75 miliar. Alhasil laba (rugi) neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,14 miliar.

Selanjutnya: Meski tertekan, sektor industri UMKM dinilai masih mampu bertahan saat pandemi

 

Editor: Handoyo .
Terbaru