Demi Kerek Produksi, India Menawarkan Tambang Batubara yang Terbengkalai

Sabtu, 07 Mei 2022 | 18:05 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Demi Kerek Produksi, India Menawarkan Tambang Batubara yang Terbengkalai


KONTAN.CO.ID - MUMBAI. India berencana menawarkan tambang batubara yang terbengkalai kepada perusahaan pertambangan swasta, dalam upaya untuk mendongkrak produksi karena pemadaman listrik memperburuk gelombang panas yang terik.

Batubara memasok lebih dari dua pertiga kebutuhan energi India, dan negara itu menolak transisi ke energi terbarukan, bahkan ketika cuaca panas yang tidak sesuai musim menggambarkan ancaman dari perubahan iklim akibat bahan bakar fosil.

Temperatur yang melonjak telah mendorong permintaan energi yang lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir, dan membuat India menghadapi kekurangan 25 juta ton saat harga spot batubara meroket sejak awal tahun ini.

"Kami selalu percaya, batubara adalah sektor yang banyak difitnah," kata pejabat Kementerian Batubara India Anil Kumar Jain di sebuah acara industri, Jumat (6/5) pekan lalu.

"Sebelumnya, kami dipuji sebagai anak nakal karena kami mempromosikan bahan bakar fosil, dan sekarang kami menjadi berita (karena) kami tidak cukup memasoknya," ungkapnya, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca Juga: India Membuka Kembali Lebih Dari 100 Tambang Batubara Akibat Krisis Listrik

Pemerintah berencana untuk menyewakan lebih dari 100 tambang batubara milik negara yang tidak aktif kepada penambang swasta dengan sistem bagi hasil.

Para pejabat mengatakan, mereka akan "memotong birokrasi" untuk mendorong tawaran dari raksasa pertambangan Vedanta, Adani, dan lainnya.
India membutuhkan satu miliar ton batubara untuk memenuhi permintaan domestik setiap tahun.

Sebagian besar kebutuhan India penuhi oleh produsen dalam negeri, dengan rekor 777 juta ton batubara mereka tambang hingga akhir Maret lalu.

Pemerintah India menyatakan, berencana meningkatkan produksi batubara dalam negeri menjadi 1,2 miliar ton dalam dua tahun ke depan untuk mendukung pemulihan ekonomi negara itu pascapandemi.

"Kami sangat senang, ekonomi sedang pulih dan permintaan listrik meningkat. Mal-mal penuh, restoran-restoran penuh," ujar Jain.

Baca Juga: Antisipasi Pemadaman Listrik, India Minta Entitas Amankan Impor 19 Juta Ton Batubara

Meskipun ada komitmen untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan menjadi 175 gigawatt pada 2022 dan 500 gigawatt di 2030, Menteri Batubara India Pralhad Joshi menyebutkan, kebutuhan batubara akan meningkat dua kali lipat pada 2040.

"Permintaan listrik tidak pernah sebanyak sekarang ini. Panas matahari tidak pernah sebanyak hari ini," sebut Joshi, seperti dilansir Channel News Asia.

Skema yang India umumkan pada Jumat adalah langkah terbaru menuju liberalisasi industri pertambangan dan mengundang perusahaan swasta untuk mengambil keuntungan dari negara pemilik cadangan batubara terbesar kelima di dunia itu.

"Ini akan memimpin negara ini seperti negara-negara kaya mineral, seperti Brasil, Kanada, Australia, Afrika Selatan, telah menciptakan kekayaan dan menciptakan lapangan kerja," kata V. Shrikant, CEO Vedanta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru