kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Defisit APBN 2022 Bisa Ditekan Kenaikan Pendapatan Negara


Jumat, 20 Mei 2022 / 06:40 WIB
Defisit APBN 2022 Bisa Ditekan Kenaikan Pendapatan Negara

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Pemerintah menangkap peluang untuk menurunkan defisit anggaran pada tahun 2022. Hal ini, salah satunya, didorong oleh outlook pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2022 sebesar Rp 840,2 triliun atau setara 4,5% Produk Domestik Bruto (PDB). Ini lebih rendah dari perkiraan defisit sebelumnya yang sebesar Rp 868,0 triliun atau setara 4,85% PDB.

“Jadi kami bisa mengurangi defisit, yang sering saya bagikan juga di media sosial. Maka, kami gunakan peluang tambahan pendapatan sekitar Rp 420,1 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kamis (19/5). 

Baca Juga: Nilai Impor Melonjak ke Rekor Baru, Defisit Perdagangan Jepang Melebar di April

Ya, pemerintah memperkirakan ada tambahan pendapatan negara sebesar Rp 420,1 triliun pada tahun ini. Sehingga, outlook pendapatan pada tahun 2022 diperkirakan mencapai Rp 2.266,2 triliun. 

Bendahara negara juga menambahkan, tambahan pendapatan tersebut juga bisa digunakan untuk menjaga perekonomian. Seperti menambah subsidi untuk melindungi rakyat, memberi bantuan sosial, dan melindungi perekonomian. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan terkerek. 

Lebih lanjut, di balik defisit anggaran yang bisa ditekan ini, juga ada pembengkakan belanja negara. Bendahara negara memperkirakan, belanja negara akan membengkak Rp 392,3 triliun menjadi Rp 3,106.4 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×