Dana kelolaan industri reksadana capai Rp 511,76 triliun hingga bulan lalu

Jumat, 13 Agustus 2021 | 09:50 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Dana kelolaan industri reksadana capai Rp 511,76 triliun hingga bulan lalu


KONTAN.CO.ID - JAKARTA, Dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana catatkan kenaikan 0,25% sepanjang Juli. Berdasarkan data Infovesta Utama, AUM industri reksadana naik sekitar Rp 1,26 triliun dalam sebulan kemarin.

Kenaikan tersebut membuat dana kelolaan industri reksadana hingga akhir Juli tercatat sebesar Rp 511,76 triliun. Adapun, pada akhir Juni 2021, jumlahnya sebesar Rp 510,33 triliun.

Sebenarnya, jika dilihat berdasarkan jenisnya, pertumbuhan AUM reksadana cukup beragam. Reksadana pendapatan tetap mencatatkan kenaikan tertinggi dengan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 3,45%. Kini, AUM reksadana pendapatan tetap sebesar Rp 135,78 triliun, dari semula Rp 131,25 triliun pada Juni.

Reksadana pasar uang juga berhasil mengalami kenaikan dana kelolaan sebesar 1,56% menjadi Rp 103,87 triliun. Jenis reksadana lain yang mengalami pertumbuhan AUM adalah reksadana campuran, yakni menjadi Rp 24,02 triliun atau naik 1,25%.

Baca Juga: Manajer Investasi ramai-ramai menambahkan saham BUKA ke dalam portofolio reksadana

Namun, di luar ketiga reksadana tersebut, jenis lainnya justru mencatatkan penurunan dana kelolaan. Reksadana saham mengalami koreksi sebesar 0,70%. Pada Juli, dana kelolaannya turun menjadi Rp 116,78 triliun dari sebelumnya Rp 117,60 triliun.

Lalu, reksadana ETF juga mencatatkan penurunan dari Rp 17,56 triliun menjadi Rp 16,46 triliun atau berkurang 1,20%. Kemudian reksadana indeks juga mengalami koreksi dana kelolaan sebesar 1,77% menjadi Rp 7,56 triliun.

Berikutnya, reksadana terproteksi mengalami penyusutan dana kelolaan dari Rp 95,76 triliun menjadi Rp 92,84 triliun. Artinya, mengalami penurunan 3,05% secara bulanan. Terakhir, AUM DIRE + KIK EBA menjadi yang paling turun dalamnya, yakni sebesar 6,34% atau turun 0,25%.

Selanjutnya: Manajer investasi tak mau ketinggalan mengoleksi saham Bukalapak (BUKA)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Tag
Terbaru