Dana Bansos Sudah Terserap Rp 370,5 Triliun Per November 2021

Rabu, 22 Desember 2021 | 04:45 WIB   Reporter: Siti Masitoh
Dana Bansos Sudah Terserap Rp 370,5 Triliun Per November 2021


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Realisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) mencapai Rp 370,5 triliun per November 2021. Bansos tersebut  disalurkan oleh sejumlah kementerian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dana itu disalurkan lewat belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 175,5 triliun, non kementerian/lembaga sebesar Rp 175,3 triliun, dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp 19,7 triliun.

“Realisasi untuk bansos luar biasa, sebanyak Rp 370,5 triliun sudah dibelanjakan untuk langsung dinikmati masyarakat,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA secara virtual, Selasa (21/12).

Dia merinci, bansos yang disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 81,2 triliun. Dana itu digelontorkan untuk penyaluran bantuan program keluarga harapan (PKH) sebesar Rp 27,69 triliun, penyaluran bantuan kartu sembako Rp 33,1 triliun, bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 17,23 triliun, dan sembako PPKM sebesar Rp 2,92 triliun.

Baca Juga: Defisit APBN Turun Menjadi 3,63% dari PDB pada November 2021

Kemudian, dana bansos yang disalurkan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) sebesar Rp 15,4 triliun dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebesar Rp 7,48 triliun.

Sementara, non kementerian/lembaga menyalurkan bansos untuk subsidi energi dan non energi sebesar Rp 152,7 triliun. Dana ini termasuk untuk diskon listrik sebesar Rp 7,5 triliun dan subsidi bunga UMKM KUR dan non KUR sebesar Rp 23,58 triliun.

Lalu, program kartu prakerja sebesar Rp 21,15 triliun. Dana itu dikucurkan kepada 5,96 juta peserta. Sementara untuk dana yang berasal dari TKDD digunakan untuk penyaluran BLT dana desa. BLT itu disalurkan untuk 5,62 juta keluarga.

“Bansos dari APBN ini dibelanjakan langsung, diterima masyarakat, baik tunai maupun dalam bentuk sembako,” imbuh Sri Mulyani.

Baca Juga: Sri Mulyani Mulai Khawatir Varian Omicron Akan Ganggu Ekonomi Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru