Nasional

Dampak banjir di Kalimantan Selatan, PLN pulihkan 426 gardu listrik

Minggu, 17 Januari 2021 | 15:15 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Dampak banjir di Kalimantan Selatan, PLN pulihkan 426 gardu listrik

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Banjr yang melanda sebagain besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membuat Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus melakukan pemutusan aliran listrik sementara. Ini dilakukan guna menjaga keselamatan warga mengingat debit air yang masih tinggi di kawasan banjir.

Seperti diketahui, Kalsel dan sekitarnya dilanda hujan hingga Jumat (15/1), yang menyebabkan debit air semakin bertambah dan banjir meluas ke beberapa titik baru. 

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng), Sudirman menyampaikan, hingga Sabtu (16/1) pukul 17.00 WITA, terdapat 1.053 Gardu Distribusi dan 63.035 pelanggan yang terdampak banjir. 

"Sementara sebanyak 426 gardu distribusi dan 29.313 pelanggan telah berhasil PLN nyalakan Kembali,” kata Sudirman lewat keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (16/1) malam.

Baca Juga: Operator terus memulihkan jaringan telekomunikasi setelah gempa Majene dan Mamuju

Dia menambahkan, PLN terus melakukan pemantauan debit air di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang saat ini terkena musibah banjir. 

Adapun wilayah yang masih terdampak banjir meliputi Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbarum Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Barito Kuala. 

Sudirman bilang, petugas PLN terus melakukan patroli pemantauan situasi dan kondisi debit air di titik lokasi terdampak banjir. 

"Jika air mulai surut kami akan berupaya secepat mungkin menyalurkan kembali aliran listrik ke Pelanggan. Selanjutnya jika masyarakat melihat debit air semakin tinggi dan aliran listrik tetap menyala, bantu kami untuk melapor ke PLN melalui layanan Contact Center PLN 123 atau Aplikasi New PLN Mobile,” pungkas dia.

Sejauh ini PLN telah menerjunkan personel sebanyak 245 anggota, dan armada sebanyak 96 unit kendaraan roda empat, 45 unit kendaraan roda dua, kendaraan PDKB sentuh langsung 3 unit, serta 2 unit mobile crane.

 

Selanjutnya: Selain kendaraan listrik, ini faktor yang akan mendorong harga nikel ke depan

 

Editor: Anna Suci Perwitasari


Terbaru