Global

Conte mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Italia saat pandemi

Rabu, 27 Januari 2021 | 03:15 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Conte mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Italia saat pandemi

KONTAN.CO.ID - ROMA. Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (26/1), dua minggu setelah mitra koalisi utama mundur dari pemerintahannya karena penanganan pandemi virus corona dan kemerosotan ekonomi.

Melansir Aljazeera, Conte mundur dengan harapan akan mendapatkan mandat baru oleh kepala negara, Presiden Sergio Mattarella, untuk membentuk pemerintahan anyar setelah koalisi yang pecah membuatnya kehilangan suara mayoritas di Senat.

Harapannya, Mattarella mengadakan konsultasi formal selama dua hari dengan semua pihak pada minggu ini, sebelum memutuskan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.

Presiden akan memulai konsultasi dengan para pemimpin partai pada Rabu (17/1) sore, menurut pernyataan dari kantornya. Mattarella telah meminta Conte untuk tetap dalam kapasitas sebagai perdana menteri saat pembicaraan berlangsung.

Baca Juga: Kasus kematian akibat Covid-19 di Italia meningkat pada Sabtu

Tetapi, begitu seorang perdana menteri mengundurkan diri di Italia, tidak ada jaminan koalisi baru bisa terbentuk, dan selalu ada risiko pemilihan awal akan berakhir sebagai satu-satunya solusi yang layak.

Partai-partai pemerintahan utama Italia telah memperingatkan, pemilihan cepat, dua tahun lebih cepat dari jadwal, akan menjadi satu-satunya jalan keluar dari kebuntuan kecuali ada solusi segera.

Efek kepergian Italia Viva

Conte, yang menjabat sejak Juni 2018, selamat dari dua confidence votes di Parlemen minggu lalu. Tapi, dengan pembelotan mantan Perdana Menteri Matteo Renzi pada 13 Januari, ia kehilangan kendali atas Senat secara krusial.

Kepergian Italia Viva, partai pimpinan Renzi, yang sentris membuat Pemerintahan Conte tertatih-tatih di tengah pandemi, yang telah menghancurkan ekonomi Italia yang lama stagnan.

Baca Juga: Pandemi memburuk, Italia perpanjang keadaan darurat virus corona

Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru