CNAF Tak Agresif Bidik Target Pembiayaan Tahun Depan, Ini Alasannya

Kamis, 24 November 2022 | 08:45 WIB   Reporter: Diki Mardiansyah
CNAF Tak Agresif Bidik Target Pembiayaan Tahun Depan, Ini Alasannya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) terus menggenjot kinerjanya hingga akhir tahun ini. CNAF mematok pertumbuhan realisasi kredit sebesar 10% hingga 15% dari realisasi kredit di akhir tahun 2022 yang diprediksi akan ditutup sebesar Rp 8 triliun.

Adapun, strategi yang telah dilakukan oleh CNAF di tahun 2022 ini antara lain dengan lebih menawarkan dari sisi layanan atau service seperti kecepatan, simplifikasi, dan transparansi.

CNAF juga berfokus pada penjualan terhadap segmen nasabah yang mempunyai kekuatan keuangan terhadap goncangan ekonomi yang lebih kuat atau dengan kata lain segmen nasabah dengan profil risiko sedang dan kecil.

Seperti diketahui, tantangan makro ekonomi, ancaman resesi, dan peristiwa geopolitik yang terjadi membuat target CNAF di tahun 2023 tidak seagresif di tahun 2022 ini.

Baca Juga: Mandiri Utama Finance Proyeksikan Bisnis Pembiayaan Tumbuh 10% di 2023

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, banyak tantangan yang akan dihadapi oleh industri multifinance di tahun 2023. 

"Oleh karena itu, target kami di tahun 2023 tidak seagresif tahun 2022," jelasnya.

Ristiawan bilang, tantangan itu seperti risiko suku bunga pinjaman yang tinggi yang akan berdampak terhadap penurunan permintaan pembiayaan.  Inflasi yang tinggi juga akan berisiko terhadap tingkat gagal bayar nasabah yang meningkat.

Selain itu, multifinance juga dihadapkan pada risiko ketersediaan unit kendaraan yang akan dibiayai dikarenakan kelangkaan part micro chip.

Semua hal tersebut, kata Ristiawan, menjadi beberapa tantangan yang cukup besar di tahun 2023 mendatang. Walaupun bila dilihat dari sisi oportunity masih besar harapan di tahun 2023 melihat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih memperlihatkan penguatan. 

Baca Juga: Tahun 2023, Mandala Finance Buka Peluang Pembiayaan untuk Kendaraan Listrik

Makro ekonomi memang sangat berpengaruh terhadap kinerja Perusahaan Pembiayaan seperti CNAF. Ristiawan menuturkan, paparan dari Presiden Indonesia Joko Widodo yang berulang kali mengatakan agar kita semua wajib berhati-hati menghadapi tahun yang cukup menantang di tahun 2023 menjadi sinyal yang kuat untuk industri pembiayaan.

"CNAF akan meningkatkan tingkat kewaspadaan dan kehati hatian dalam melakukan proses akuisisi juga dalam menjalankan tata kelola perusahaan agar terhindar dari berbagai kesulitan di tahun 2023," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru