kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

China perketat perjalanan ke luar negeri, tahan kenaikan kasus COVID-19


Kamis, 05 Agustus 2021 / 05:15 WIB
China perketat perjalanan ke luar negeri, tahan kenaikan kasus COVID-19

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mulai Rabu (4/8) memperketat pembatasan perjalanan ke luar negeri bagi warganya, sebagai bagian dari upaya untuk membendung peningkatan kasus COVID-19, setelah melaporkan jumlah infeksi tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Mengutip Channel News Asia, pergerakan orang semakin dibatasi di dalam China, dengan penutupan transportasi lokal juga perintah tinggal di rumah di beberapa kota, dan di luar perbatasan China.

China sebelumnya membanggakan keberhasilannya dalam menghancurkan COVID-19, dengan penguncian keras pada tahap awal dicampur dengan kontrol ketat terhadap perbatasannya. Tapi, kampanye pengujian massal telah menemukan infeksi varian Delta di seluruh negeri.

Wabah terbaru COVID-19 mengancam kembali kehidupan normal dan pemulihan ekonomi negeri tembok raksasa, dengan hampir 500 kasus domestik dilaporkan sejak pertengahan Juli lalu.

Baca Juga: Jumlah kasus baru COVID-19 di China terus meningkat, tertinggi sejak Januari

Banyak pemerintah daerah telah melakukan tes COVID_19 terhadap seluruh penduduk dan mengunci jutaan orang.

Pada Rabu, China melaporkan 71 kasus baru lokal, tertinggi sejak Januari. Meski begitu, masih terbilang rendah sekalipun virus corona sudah menyebar ke puluhan kota.

Wabah, yang dimulai ketika infeksi di antara penumpang dalam penerbangan dari Moskow menyebar ke petugas kebersihan bandara di Nanjing, Provinsi Jiangsu, telah mengungkap kelemahan dalam tindakan pembatasan perbatasan yang sudah ketat di China.

Otoritas imigrasi China pada Rabu mengumumkan, mereka akan berhenti mengeluarkan paspor biasa dan dokumen lain yang diperlukan untuk keluar dari negara itu dalam kasus-kasus "tidak penting dan tidak darurat".

Melansir Channel News Asia, pejabat imigrasi Liu Haitao mengatakan pada konferensi pers, mereka yang "memiliki kebutuhan nyata untuk belajar di luar negeri, pekerjaan, dan bisnis" masih akan mendapatkan dokumen setelah diverifikasi.

Selanjutnya: Satu tahun tanpa infeksi lokal, Wuhan catat kasus COVID-19 pertama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×