China gelar latihan militer di Laut China Selatan, sambut kapal induk Inggris

Kamis, 29 Juli 2021 | 12:56 WIB Sumber: Global Times
China gelar latihan militer di Laut China Selatan, sambut kapal induk Inggris

ILUSTRASI. Fregat berpeluru kendali Changzhou dan kapal perusak berpeluru kendali Jinan di bawah Komando Teater Timur PLA China, membentuk formasi di Laut China Timur selama latihan maritim pada 20 Januari 2021. Dok: eng.chinamil.com.cn/foto oleh Fang Sihang.

KONTAN.CO.ID -  BEIJING. China mengelar latihan militer di dua area di Laut China Selatan, saat kelompok serang kapal induk Inggris tiba di Singapura pada Senin (26/7) dan akan memasuki Laut China Selatan.

Mengutip Global Times, mulai Selasa (27/7) hingga Kamis (29/7), China akan mengelar latihan militer di Tenggara Laut China Selatan, garis pantai Chuandao, Provinsi Guangdong. 

Kapal yang lewat harus menjauh lima mil laut dari area terlarang, menurut pemberitahuan pembatasan navigasi dari Badan Keselamatan Maritim China di situsnya, Senin.

Wilayah Laut China Selatan di lepas pantai Maoming Guangdong juga menjadi tempat latihan militer China, dari Senin hingga Rabu, menurut pemberitahuan pembatasan navigasi terpisah.

Baca Juga: Rusia: AS memaksa Asia Tenggara membuat struktur yang mirip dengan NATO

Saat latihan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) berlangsung, kelompok serang kapal induk Inggris yang dipimpin kapal induk HMS Queen Elizabeth, tiba di Singapura pada Senin.

Kapal induk HMS Queen Elizabeth dan kapal pengawalnya kemungkinan akan mengadakan latihan di Laut China Selatan atau melakukan apa yang disebut operasi kebebasan navigasi.

Melansir Reuters, HMS Queen Elizabeth seberat 65.000 ton membawa delapan jet tempur F-35B Inggris dan 10 jet tempur F-35 AS serta 250 marinir AS sebagai bagian dari 1.700 kru kapal induk itu.

Kapal induk ini akan memimpin dua kapal perusak, dua fregat, satu kapal selam, dan dua kapal pendukung dalam perjalanannya sejauh 26.000 mil laut, bergabung dengan kapal perusak AS dan satu fregat Belanda.

Selanjutnya: Kabar pembangunan 110 silo rudal China membuat Pentagon semakin khawatir

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru