Cerita Jusuf Kalla tentang pengalamannya undang Taliban ke Indonesia, seperti apa?

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:13 WIB Sumber: Kompas.com
Cerita Jusuf Kalla tentang pengalamannya undang Taliban ke Indonesia, seperti apa?


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam waktu yang cukup singkat, kelompok Taliban kini berhasil menguasai Afganistan. Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, menceritakan upayanya saat mengundang Taliban ke Indonesia. 

Kalla bercerita, dia mengundang Pemerintah Afganistan dan Taliban saat dirinya menjabat sebagai wakil presiden periode 2014-2019. Tujuannya tak lain untuk membicarakan perdamaian. 

Kalla mengatakan, ketika itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan label teroris terhadap Taliban sehingga mereka tidak diizinkan keluar dari wilayah Afghanistan. 

“Terpaksa saya minta menlu (menteri luar negeri) untuk mencabut gelar teroris itu di PBB, kebetulan Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan (PBB), berhasil untuk memberi izin segenap orang tahap pertama," kata Kalla, dalam diskusi bertajuk Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Perdamaian Indonesia, Sabtu (21/8/2021). 

Baca Juga: Presiden Afganistan lakukan pembicaraan darurat setelah Taliban ancam Kabul

"Kemudian saya undang mereka ke indonesia dan katakanlah kita berunding di Jakarta,” tutur dia. 
Menurut Kalla, kedua pihak memiliki kesepahaman tentang prinsip perdamaian. 

Selain itu, kata Kalla, salah satu tujuan mengundang Taliban ke Indonesia yakni agar mereka mempelajari bahwa Islam dapat tumbuh secara moderat. Oleh karena itu, Kalla mengajak delegasi Taliban berkeliling ke sejumlah pesantren di sekitar Jakarta. 

“Untuk melihat bahwa Islam itu juga dapat tumbuh dengan cara moderat dapat berjalan dengan baik, dengan damai, karena itu saya undang lihat pesantren di sekitar Jakarta,” ucapnya. 

Baca Juga: Taliban rebut kota dekat Kabul, Presiden Afganistan lakukan pembicaraan darurat

Kalla menuturkan, Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi Taliban, di luar Afghanistan dan Pakistan. Selain Taliban, Indonesia juga mengundang Pemerintah Afghanistan. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru