kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.804   -26,00   -0,15%
  • IDX 8.278   146,25   1,80%
  • KOMPAS100 1.169   23,16   2,02%
  • LQ45 840   11,02   1,33%
  • ISSI 296   7,30   2,53%
  • IDX30 435   4,10   0,95%
  • IDXHIDIV20 519   -0,01   0,00%
  • IDX80 131   2,40   1,87%
  • IDXV30 142   1,27   0,90%
  • IDXQ30 140   0,12   0,08%

CEO Sinovac: 2 bulan pasca disuntik, tingkat perlindungan vaksin kami 80%-90%


Rabu, 10 Maret 2021 / 01:05 WIB
CEO Sinovac: 2 bulan pasca disuntik, tingkat perlindungan vaksin kami 80%-90%

Sumber: Global Times | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. CEO Sinovac Yin Weidong menegaskan, vaksin Covid-19 buatan perusahaannya saat ini masih sangat efektif melawan virus corona baru dan mutasi lain dari virus mematikan itu.

"Vaksin yang kami gunakan sekarang masih sangat efektif melawan Covid-19 dan mutasi lain dari virus corona baru," tegas Yin, Senin (8/3), dalam wawancara khusus dengan Global Times.

Menurut dia, hanya sedikit negara yang melihat galur virus mutasi endemik. Sementara bagi kebanyakan negara lain, meningkatkan upaya vaksinasi massal dan cepat adalah kuncinya.

Dan, salah satu prasyarat untuk mendesain ulang vaksin adalah strain yang bermutasi menjadi dominan. 

Baca Juga: Pertama di dunia, China meluncurkan paspor virus corona

"Kami sekarang secara intensif memantau bagaimana virus corona baru bermutasi, bekerja erat dengan ilmuwan terkemuka China dan lembaga nasional pada studi laboratorium untuk melacak setiap perubahan, dan untuk mendiskusikan pengobatan potensial," ujar Yin.

Dia mengungkapkan, angka terkini menunjukkan, tingkat perlindungan vaksin Sinovac dalam dua bulan setelah pemberian dua dosis suntikan adalah 80%-90%. "Tetapi, jumlah antibodi pada penerima menurun seiring waktu," sebutnya.

Sinovac, Yin menyebutkan, saat ini menganalisis data tentang tingkat perlindungan vaksin setelah enam bulan pemberian dua dosis suntikan.

"Serta, melakukan eksperimen dalam memberikan suntikan ketiga kepada penerima untuk melihat, apakah ada tingkat perlindungan yang lebih tinggi. Beberapa hasil diharapkan segera keluar," imbuh dia.

Selanjutnya: WHO minta paspor vaksin tidak digunakan buat perjalanan internasional, ini alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×