Cari batu misterius mirip berlian, ribuan warga Afrika Selatan lakukan penggalian

Rabu, 16 Juni 2021 | 20:05 WIB Sumber: Reuters
Cari batu misterius mirip berlian, ribuan warga Afrika Selatan lakukan penggalian

KONTAN.CO.ID - KWAHLATHI. Ribuan warga Afrika Selatan berbondong-bondong datang ke Desa KwaHlathi di Provinsi KwaZulu-Natal, setelah penemuan batuan misterius yang diduga sebagai berlian di daerah itu.

Reuters melaporkan, orang-orang datang dari seluruh penjuru Afrika Selatan bergabung dengan penduduk desa yang telah menggali sejak Sabtu (12/6). Beberapa orang meyakini batuan tersebut merupakan kristal kuarsa.

Departemen Pertambangan Afrika Selatan mengatakan pada Senin (14/6), mereka mengirim tim yang terdiri dari ahli geologi dan pertambangan ke lokasi untuk mengumpulkan sampel dan melakukan analisis.

Laporan teknis resmi terkait batuan tersebut akan segera diumumkan.

Mekipun belum ada kepastian mengenai jenis batu yang ditemukan, warga tetap melakukan pencarian karena dianggap bisa mendongkrak keadaan ekonomi mereka yang sulit.

Baca Juga: Ingin Menyaingi Pengaruh Rusia dan China di Afrika, G7 Menyiapkan Dana US$ 80 Miliar

Salah satu penggali bernama Mendo Sabelo mengungkapkan, penemuan batu tersebut telah mengubah hidupnya.

"Ini berarti, kehidupan kami akan berubah karena tidak ada yang memiliki pekerjaan yang layak. Ketika kembali ke rumah dengan batu ini, keluarga saya sangat gembira," kata Sabelo.

Beberapa orang sudah mulai menjual batu itu dengan harga mulai dari 100 rand hingga 300 rand, atau sekitar US$ 7,26 sampai US$ 21,77.

Ekonomi Afrika Selatan telah lama menderita karena tingginya tingkat pengangguran. Jutaan orang kini terjebak dalam kemiskinan dan ketidaksetaraan yang bertahan hampir tiga dekade setelah berakhirnya apartheid pada 1994.

Pandemi virus corona secara signifikan memperburuk keadaan.

Penemuan batu yang diduga sebagai berlian tersebut dianggap sebagai angin segar bagi ribuan warga yang terimpit kemiskinan.

Kerumunan yang terus muncul di titik penggalian, memaksa pemerintah provinsi meminta semua orang untuk segera meninggalkan lokasi untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Selanjutnya: PBB: Jumlah pekerja anak melonjak untuk pertama kalinya dalam dua dekade

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
Terbaru