Cahayaputra Asa Keramik (CAKK) menilai kondisi pasar di akhir tahun 2021 masih stabil

Senin, 22 November 2021 | 07:50 WIB   Reporter: Vina Elvira
Cahayaputra Asa Keramik (CAKK) menilai kondisi pasar di akhir tahun 2021 masih stabil


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk menilai, kondisi pasar di akhir tahun 2021 masih sangat tidak stabil. Hal tersebut membuat perusahaan sulit untuk membuat proyeksi laju bisnis di dua bulan terakhir tahun ini. 

Meskipun begitu, perusahaan berkode saham CAKK di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini tetap berupaya memaksimalkan produksi mereka lewat kapasitas produksi yang masih tersedia.  

"Kami masih tetap berusaha memaksimalkan kapasitas dari mesin baru yang sudah terpasang saja supaya bisa menggenjot produksi," ungkap Direktur Cahayaputra Asa Keramik, Juli Berliana Posman kepada Kontan.co.id, Kamis (18/11) lalu. 

Di luar kondisi pasar yang masih tidak stabil, Juli menambahkan bahwa kebijakan harga gas US$ 6 per MMBTO turut membantu CAKK dalam menghemat biaya produksi, khususnya biaya energi. 

Baca Juga: Penjualan naik 29,54%, CAKK meraup laba Rp 5,33 miliar di kuartal III-2021

Mengutip catatan Kontan.co.id, sejak implementasi gas murah itu berlaku, biaya gas CAKK mengalami penurunan sekitar 2%-3% dari biaya normal. "Dari sisi energi, dengan gas US$ 6 per MMBTO sangat membantu dari sisi biaya energi," tuturnya. 

Untuk mengimbangi fluktuasi kondisi pasar di tahun ini, CAKK juga disebut Juli terus berusaha untuk tetap aktif melakukan berbagai penetrasi pasar untuk menggenjot penjualan. 

Adapun, hingga kuartal III-2021 Cahayaputra Asa Keramik berhasil membukukan peningkatan pendapatan. Pendapatan bersih CAKK sebesar Rp 192,80 miliar atau tumbuh 29,54% dari pendapatan bersih di kuartal III-2020 senilai Rp 148,83 miliar. 

 

 

Dengan demikian, CAKK berhasil meraup laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 5,33 miliar per 30 September 2021. Setelah pada periode yang sama tahun lalu, masih mencatatkan kerugian hingga Rp 7,70 miliar. 

Sebagai informasi, perusahaan ini telah menyerap realisasi belanja modal atau capex sebesar Rp 93 miliar atau setara 63% dari total dana yang dianggarkan Rp 150 miliar di tahun 2021. Juli menyebut, sebagian besar dana capex tahun ini digunakan untuk perawatan mesin guna meningkatkan performa dari mesin-mesin yang ada. 

Selanjutnya: Kinerja Emiten Penunjang Bangunan Kokoh

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru