Ekonomi

BUMN dapat mencari pendanaan lebih dahulu lewat SWF-INA supaya IPO berjalan sukses

Jumat, 11 Juni 2021 | 08:35 WIB   Reporter: Dimas Andi
BUMN dapat mencari pendanaan lebih dahulu lewat SWF-INA supaya IPO berjalan sukses

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikabarkan menyiapkan skema baru untuk mengantarkan BUMN dan/atau anak usaha BUMN melantai di bursa saham.

Dalam hal ini, sebelum melaksanakan Initial Public Offering (IPO), BUMN yang bersangkutan bisa mencari mitra strategis untuk meningkatkan modal pengembangan bisnis melalui Indonesia Investment Authority (INA), Sovereign Wealth Fund (SWF) asli Indonesia yang bertujuan mengelola aset domestik yang dianggap perlu untuk dilakukan pembangunan.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto menyampaikan, opsi untuk mendorong BUMN mencari pendanaan melalui SWF merupakan langkah yang positif. Sebab, pendanaan lewat SWF dapat membantu memperbaiki struktur finansial sejumlah BUMN yang selama ini banyak bergantung kepada pembiayaan berbasis utang.

Pendanaan melalui SWF juga cocok bagi BUMN yang memang memerlukan belanja modal (capital expenditure/capex) besar untuk keperluan investasi atau pengembangan bisnis. Harapannya, BUMN yang memperoleh pendanaan tersebut bisa memiliki kinerja yang lebih baik, sehingga siap ketika menjalani proses IPO lantaran sudah mendapat kepercayaan dari investor.

“Saat masuk IPO, maka ekspektasi investor juga bisa positif, sehingga harga saham BUMN tersebut bisa cukup tinggi. Ini tentu menguntungkan bagi BUMN yang akan go public,” tutur dia, Kamis (10/6).

Baca Juga: Deretan perusahaan ini menjadi investor di Aplikasi Karya Anak Bangsa

Sementara itu, beberapa anak usaha BUMN yang hendak IPO belum bisa berkomentar banyak ketika dihubungi Kontan.co.id.

VP Corporate Communication PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Pujo Pramono menyebut, saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman dan assessment terkait IPO PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). “Pada waktunya kami akan sampaikan ke publik informasi tersebut,” ujarnya lewat pesan singkat, Kamis (10/6).

Dalam catatan Kontan, Mitratel selaku anak usaha TLKM diharapkan dapat melaksanakan IPO pada akhir tahun 2021 atau semester pertama tahun 2022 mendatang.

Setali tiga uang, Head of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana bilang, seluruh rangkaian pelaksanaan IPO PT Pupuk Kaltim masih berada dalam tahap kajian, terutama dari sisi legal. “Belum ada yang bisa diceritakan. Intinya semua dalam proses,” ujarnya, hari ini.

Merujuk berita sebelumnya, Pupuk Kaltim memang sedang menjajaki opsi IPO. Sebab, perusahaan ini menggarap sejumlah proyek strategis untuk ekspansi bisnis dalam lima tahun ke depan. Investasi yang dibutuhkan perusahaan ini mencapai US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35,9 triliun.

Selanjutnya: Jadi Wakil Chaerul Tanjung sebagai pemegang GIAA,Peter Gontha sebut CT rugi Rp 11,2 T

 

Editor: Handoyo .
Terbaru