Ekonomi

Bukalapak catatkan kenaikan GMV hingga 100% di gelaran Festival Belanja 11.11

Senin, 30 November 2020 | 02:00 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Bukalapak catatkan kenaikan GMV hingga 100% di gelaran Festival Belanja 11.11


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bukalapak telah mencatatkan kenaikan Gross Merchandise Value (GMV) hingga 100% pada gelaran Bukalapak 11.11, Promonya Bikin Gregetan!! apabila dibandingkan dengan promo As11k di November tahun lalu.

Erick Wicaksono, VP of Marketing Bukalapak menjelaskan, perubahan tren belanja dari offline ke online di masa pandemi ini bisa menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan GMV, karena pilihan belanja online dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat, memberikan kenyamanan berbelanja bagi masyarakat di era new normal ini. Selain itu adanya berbagai pilihan promo menarik yang ditawarkan oleh hampir semua e-commerce.

"Dalam program Bukalapak 11.11, Promonya Bikin Gregetan! Tahun 2020 , yang menjadi buruan pelanggan Bukalapak dan masuk menjadi top 3 adalah kategori Hobi dan Koleksi, Aksesoris Otomotif, dan juga Perlengkapan Rumah Tangga," ujar Erick kepada kontan.co.id, Kamis (26/11)

Erick menyebut, pada setiap bulannya, Bukalapak selalu berpartisipasi dalam program belanja nasional, dan untuk menyambut Harbolnas yang jatuh di bulan Desember 2020 nanti, Bukalapak telah menyiapkan berbagai program menarik yang tentunya memberikan beragam keuntungan bagi pengguna Bukalapak. 

"Pada tahun ini, kami melihat pandemi COVID-19 sebagai sebuah tantangan dan harus direspon dengan cepat dan juga tepat. Namun, untuk strategi bisnis, kami masih menjalankan strategi yang sama yaitu menjadi perusahaan yang sustainable untuk dapat terus menjalankan misi kami, yaitu menciptakan perekonomian yang adil bagi semua. Ini kami coba terus terjemahkan dalam produk-produk kami, baik melalui marketplace, O2O, ataupun lini bisnis e-procurement kami," ungkap Erick.

Menurutnya, Langkah yang di ambil itu terbukti telah berdampak positif pada transaksi di Bukalapak meskipun di tengah situasi pandemi, terlihat dari kenaikan transaksi sebesar hingga sekitar 50% pada Juni tahun ini dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Jumlah transaksi oleh Mitra Bukalapak di bulan Juni tahun ini juga naik hingga sekitar 3 kali lipat dari bulan yang sama tahun lalu. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi yang pernah dicapai oleh Mitra Bukalapak.

Baca Juga: Ekonomi digital pada e-commerce & media sosial menunjukkan tren positif saat pandemi

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada jumlah pelaku UMKM yg bergabung menjadi Pelapak dan Mitra Bukalapak, yakni mencapai lebih dari 3 juta di 7 bulan pertama tahun ini. 

Untuk tahun 2021, pihaknya berharap akan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari inovasi dan teknologi terlebih untuk meringankan beban ekonomi akibat pandemi ini. Pihaknya juga menyadari bahwa tahun 2021 masih menjadi tantangan khususnya terkait dampak ekonomi dari covid-19 yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai turunan dari strategi bisnis, pihaknya berupaya untuk bertanggung jawab dan efisien dalam mengatur budget, memperluas market di luar tier 1, melengkapi SKU khususnya barang barang kebutuhan pokok dan kategori sesuai yang dicari masyarakat, serta memperkuat lini bisnis Online to Offline. 

"Kami akan terus mengoptimalkan platform kami agar dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM Indonesia dalam meningkatkan kapasitas bisnis dengan dukungan infrastruktur teknologi Bukalapak yang mencakup dukungan logistik, metode pembayaran, pinjaman modal, fitur investasi, virtual produk hingga pelatihan dan pemberdayaan," katanya.

Selain itu, Bukalapak juga memberdayakan lini bisnis B2B yang memungkinkan UMKM untuk bisa ambil bagian dalam pengadaan barang dalam skala yg lebih besar dan luas.

"Bukalapak juga selalu terbuka untuk bekerja sama dengan sektor swasta maupun dengan BUMN dan Pemerintah, sesuai dengan semangat gotong royong salah satunya dengan berpartisipasi dalam gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, dimana telah bergabung jutaan UMKM Indonesia di dalamnya," pungkas Erick.

Selanjutnya: Mulai 1 Desember, belanja produk digital dari luar negeri di e-commerce kena PPN 10%

 

Editor: Handoyo .


Terbaru