kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

BRMS Bidik Produksi Emas 80.000 Oz, Risiko Gagal Jika 3 Proyek Ini Mandek


Selasa, 13 Januari 2026 / 04:19 WIB
Diperbarui Selasa, 13 Januari 2026 / 04:24 WIB
BRMS Bidik Produksi Emas 80.000 Oz, Risiko Gagal Jika 3 Proyek Ini Mandek
ILUSTRASI. Investasi besar BRMS di tiga proyek menentukan nasib target 80.000 oz emas. Tambang bawah tanah berkadar 4,9 g/t mulai operasi 2027. (Dok/BRMS)

Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menargetkan produksi emas pada 2026 meningkat signifikan menjadi sekitar 80.000 ounce (oz). Target ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan produksi emas sepanjang 2025 yang berada di kisaran 69.000–71.000 oz.

Direktur sekaligus Chief Investor Relations Officer BRMS, Herwin Wahyu Hidayat, mengatakan capaian produksi emas perseroan pada 2024 tercatat sebesar 64.000 oz. Sementara itu, realisasi produksi 2025 masih dalam tahap konsolidasi.

“Angka produksi 2025 masih dalam proses konsolidasi, namun kami optimistis akan terjadi kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Herwin kepada Kontan, Senin (12/1/2026).

Untuk mendukung pertumbuhan produksi emas, BRMS akan memfokuskan pengembangan pada tiga proyek utama sepanjang periode 2026–2027. Proyek pertama adalah penyelesaian konstruksi tambang bawah tanah di Blok 1 Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. Tambang ini ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2027.

Tambang bawah tanah Blok 1 Poboya memiliki kadar emas yang relatif tinggi, mencapai 4,9 gram per ton (g/t). Dengan kadar tersebut, tambang ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi emas BRMS secara signifikan pada paruh kedua 2027.

Baca Juga: Jaminan Kesehatan dan Perbaikan Rumah Menanti Orang Tua Siswa di Sekolah Ini

Proyek kedua adalah peningkatan kapasitas pemrosesan pabrik emas Carbon in Leach (CIL) pertama di Poboya. BRMS berencana menaikkan kapasitas pabrik dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari pada kuartal IV 2026.

Herwin menuturkan bahwa ekspansi kapasitas pabrik ini akan memberikan tambahan volume produksi emas yang berarti dan menjadi kontributor utama pencapaian target produksi sepanjang 2026.

Proyek ketiga yang menjadi andalan BRMS adalah program pemboran eksplorasi skala besar di wilayah Gorontalo, tepatnya di tiga prospek utama yakni Cabang Kiri East, Cabang Kiri North, dan Cabang Kiri South. Melalui kegiatan eksplorasi ini, perseroan berharap dapat meningkatkan cadangan dan sumber daya mineral, khususnya tembaga.

Tonton: CEO Exxon Sebut Venezuela Tak Layak Investasi, Trump Meradang

Hasil pemboran eksplorasi di Gorontalo tersebut direncanakan akan diumumkan pada semester I 2027 dan diharapkan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang BRMS ke depan.

Selanjutnya: Industri Sekuritas Yakin Transaksi Saham Tahun Ini Makin Tebal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×