kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

BRIN Waspadai Kembalinya Wabah Pes di Indonesia, Apa yang Terjadi?


Rabu, 15 April 2026 / 04:45 WIB
BRIN Waspadai Kembalinya Wabah Pes di Indonesia, Apa yang Terjadi?
ILUSTRASI. Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN mengingatkan masyarakat mengenai potensi kembalinya wabah pes di Indonesia. (DOK/IST)

Sumber: Kompas TV | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat mengenai potensi kembalinya wabah pes di Indonesia.

Meski dalam beberapa tahun terakhir tidak ditemukan kasus pada manusia, peneliti BRIN Ristiyanto menjelaskan adanya fenomena silent period, yaitu kondisi ketika suatu penyakit tidak terdeteksi dalam waktu lama, namun masih memiliki potensi untuk kembali muncul.

"Ada istilah silent period, yaitu masa ketika suatu penyakit tidak terdeteksi dalam waktu lama, tetapi sebenarnya masih berpotensi muncul kembali," katanya, Senin (13/4/2026), dikutip Antara.

Ristiyanto mengatakan pes diduga masih berada dalam fase tersebut. Hal ini diperkuat dengan temuan adanya bakteri penyebab penyakit, serta vektor dan reservoir seperti pinjal dan tikus yang masih ditemukan di sejumlah wilayah enzootik di Indonesia.

Dengan kata lain, meski tidak ada laporan kasus pada manusia, potensi penularan masih tetap ada di lingkungan tertentu.

Perubahan Lingkungan Jadi Pemicu Risiko

Menurut BRIN, faktor lingkungan menjadi salah satu pemicu penting yang dapat memunculkan kembali penyakit ini.

Beberapa perubahan lingkungan yang memengaruhi risiko tersebut antara lain:

  • Deforestasi
  • Alih fungsi lahan
  • Pertumbuhan penduduk

Kondisi tersebut mengganggu keseimbangan ekosistem dan membuat habitat tikus semakin mendekat ke area permukiman manusia.

Baca Juga: BYD Atto 1 Bukan Lagi Mobil Listrik Terlaris di Indonesia, Ini Juaranya! Cek Harganya

Ristiyanto menegaskan, situasi ini meningkatkan peluang penularan penyakit melalui gigitan pinjal yang membawa bakteri penyebab pes.

"Kondisi ini meningkatkan peluang penularan penyakit melalui gigitan pinjal yang membawa bakteri," ujar Ristiyanto.

Peneliti BRIN lainnya, Muhammad Choirul Hidajat, juga menyoroti faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu perubahan iklim.

Ia menyebut perubahan iklim dapat berkontribusi terhadap peningkatan populasi vektor penyakit, yang pada akhirnya berpotensi memperbesar risiko kemunculan kembali wabah pes di masa depan.

"Kombinasi perubahan lingkungan, keberadaan vektor dan reservoir, serta meningkatnya interaksi dengan manusia, menjadi faktor risiko utama yang perlu diwaspadai," ucap Choirul.

Dia menegaskan tikus sebagai reservoir utama bakteri Yersinia pestis, masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Penularan kepada manusia dapat terjadi melalui gigitan pinjal yang hidup pada tubuh hewan tersebut.

Meski tidak ada kasus pes pada manusia di Indonesia selama lebih dari satu dekade, kata dia, beberapa daerah di Pulau Jawa masih dikategorikan sebagai wilayah fokus, antara lain Kabupaten Pasuruan, Boyolali, Sleman, dan Bandung.

Tonton: Ketidakpastian Global Membuat Investor Lebih Hati-Hati Masuk ke Indonesia

Choirul mengingatkan agar kondisi ini tidak dianggap sepele. Menurutnya, ketiadaan kasus bukan berarti penyakit telah hilang sepenuhnya.

Untuk mengantisipasi kembalinya wabah pes, ia menyarankan adanya upaya penguatan sistem surveilans terpadu yang mencakup pemantauan pada manusia, hewan, dan vektor penyakit.

Di samping itu, dia menilai peningkatan sanitasi lingkungan dan pemantauan wilayah bekas endemis juga penting untuk mencegah potensi wabah.


Penulis : Ade Indra Kusuma | Editor : Edy A. Putra
Sumber: https://www.kompas.tv/nasional/662579/brin-waspadai-kembalinya-wabah-pes-di-indonesia-ini-penjelasannya?page=all#goog_rewarded

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×