kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BRI proyeksi BOPO di level 75% pada tahun 2021


Sabtu, 03 April 2021 / 13:10 WIB

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 telah membuat perubahan perilaku masyarakat jadi serba digital. Hal ini memberikan berkah bagi industri perbankan, lantaran digitalisasi membuat bank lebih efisien.

Bank Indonesia mencermati adanya kenaikan efisiensi pada operasional perbankan di awal tahun. Lantaran perbankan melakukan penurunan biaya tenaga kerja dan biaya sewa akibat digitalisasi, yang masing-masing turun sebesar 3 bps yoy dan 5 bps yoy hingga Januari 2021.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) pada Februari 2021 sebesar 75,23%. Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan posisi itu mengalami penurunan jika dibandingkan posisi BOPO akhir tahun 2020 sebesar 81,22%. 

Baca Juga: OJK mencermati kredit korporasi masih kontraksi 3,75% di awal tahun

“Pada tahun 2021 ini rasio BOPO akan diproyeksikan berada di kisaran 75%. Strategi efisiensi yang dilakukan BRI terkait ini adalah melalui digitalisasi proses bisnis, dengan digitalisasi ini diharapkan proses bisnis akan semakin efisien dan efektif,” ujar Aestika kepada Kontan.co.id belum lama ini.

Lanjut Ia, BRI juga melakukan efisiensi pada biaya dana dengan fokus meningkatkan dana murah. Hal itu didukung dengan platform simpanan berbasis digital dan pengembangan micropayment system.

Selanjutnya: Bankir proyeksikan rasio BOPO bakal melandai tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×