kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.113   81,41   1,01%
  • KOMPAS100 1.143   10,78   0,95%
  • LQ45 827   6,17   0,75%
  • ISSI 288   3,89   1,37%
  • IDX30 430   3,27   0,77%
  • IDXHIDIV20 517   3,70   0,72%
  • IDX80 128   1,26   1,00%
  • IDXV30 141   1,87   1,34%
  • IDXQ30 140   0,91   0,65%

Bocoran BI, IMF Akan Gunting Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global


Jumat, 08 April 2022 / 03:35 WIB
Bocoran BI, IMF Akan Gunting Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi dunia diprediksi masih lesu tahun ini. Bank Indonesia (BI) memberi bocoran bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2022, sehubungan dengan konflik Rusia dan Ukraina.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, IMF akan merevisi perkiraan pertumbuhan global pada tahun 2022 yang sebesar 4,4% yoy menjadi di bawah 4% yoy.

“Untuk angka pastinya masih diembargo. Mungkin akan di bawah 4% yoy. IMF akan merilis outlook baru di dua minggu dari sekarang,” tutur Dody dalam LPPI Virtual Seminar #72 bertajuk Exit Strategy untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi, Kamis (7/4).

Tak hanya pertumbuhan ekonomi global, Dody melihat, IMF nampaknya akan memangkas pertumbuhan ekonomi banyak negara karena dampak lanjutan (spillover) dari konflik Rusia dan Ukraina ini cukup besar. Terutama dari jalur perdagangan.

Baca Juga: Krisis Ukraina dan Infeksi Baru Covid Suramkan Proyeksi Pertumbuhan Asia Pasifik

Selain dari jalur perdagangan, konflik Rusia dan Ukraina ini juga memberi dampak dari jalur harga komoditas. Berbagai harga komoditas baik migas maupun non migas turut meningkat sebagai imbas dari konflik tersebut.

Peningkatan harga komoditas ini akan berdampak pada peningkatan inflasi sehingga akan memaksa dari sisi kebijakan bank sentral atau otoritas moneter untuk mengerek suku bunga kebijakannya. Ini tentu bisa menjadi risiko bagi pertumbuhan ekonomi banyak negara.

Nah, dengan risiko tersebut, Dody melihat ada tantangan baru bagi negara-negara di dunia untuk kemudian merumuskan exit strategy untuk keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19, sehingga progres pemulihan ekonomi juga melambat.

“Sekarang tantangannya pemulihan eonomi belranjut, tetapi dalam fase yang melambat. Semoga ini tidak seperti tahun 2021 di mana masih banyak negara-negara yang tumbuh negatif,” kata Dody.

Baca Juga: IMF Pangkas Poyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jepang karena Dampak dari Perang Ukraina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×