Bisnis dompet digital panen berkah dari lonjakan transaksi saat pandemi

Kamis, 29 Juli 2021 | 10:05 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Bisnis dompet digital panen berkah dari lonjakan transaksi saat pandemi

ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemain dompet digital panen berkah dari lonjakan transaksi saat pandemi. Bahkan, mereka berbondong - bondong mengeluarkan layanan baru serta menggandeng banyak patner untuk menggaet lebih banyak pengguna. 

ShopeePay, misalnya, gencar memperluas akses jaringan penggunaan hingga ke seluruh lapis masyarakat. Salah satunya, dengan menggandeng pantner seperti Google Play, KAI Service, Damri, Indomaret dan ratusan ribuan merchant lain.

"Kami juga terus berinovasi untuk memastikan layanan, program, dan fitur yang ShopeePay hadirkan dapat membantu mengakomodasi kebutuhan para merchant dan pengguna kami," kata Head of Campaigns and Growth Marketing ShopeePay, Rabu (28/7). 

Sayangnya, ShopeePay tidak mengungkapkan nilai transaksi yang terkumpul. 

Dibandingkan tahun lalu, transaksi di minimarket meningkat 143% pada pertengahan 2021. Tak hanya itu, frekuensi penggunaan ShopeePay per orang di minimarket juga meningkat 60% pada periode yang sama.

Baca Juga: CIMB Niaga Syariah dorong nasabah bayar zakat, infaq, dan sedakah via OctoMobile

Tak mau kalah, LinkAja juga catatkan kenaikan transaksi. Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), terjadi kenaikan pengguna baru hampir 1 juta orang. "Peningkatan jumlah transaksi terjadi pada produk online merchant hampir 100% dibandingkan bulan sebelumnya," terang Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja.

Dalam satu tahun terakhir, LinkAja berhasil memproses 1,4 miliar transaksi dari 71 juta pengguna. Lebih dari 400 ribu merchant dan 1,1 juta pelaku UMKM telah bekerja sama dengan LinkAja. 

Sementara itu, DANA mencatat pertumbuhan transaksi hingga 164% yoy pada Mei 2021. Lonjakan transaksi terbesar berada dari kirim uang, pembelian pulsa prabayar untuk telepon seluler, pembayaran online commerce, hingga fitur biller untuk pembayaran tagihan.

Selama masa pandemi, DANA juga memantau adanya peningkatan bisnis pelaku usaha. Berdasarkan catatan DANA, mitra usaha yang menggunakan DANA untuk bertransaksi meningkat 125% dalam setahun terakhir. 

"Dengan laju pertumbuhan transaksi digital yang melesat, DANA berharap kondisi ekonomi dapat terus menguat di masa pandemi dan kelak mengakselerasi digital ekonomi yang makin inklusif," jelas CEO & Co-Founder DANA Vincent Iswara.

Dari realisasi itu, diperkirakan peningkatan transaksi terus berlanjut. Menurutnya, pertumbuhan ini tidak hanya merefleksikan peningkatan kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi digital, tetapi juga upaya perusahaan untuk menggerakkan perekonomian. 

Selanjutnya: Beri alternatif pembiayaan modal usaha, Qasir jajaki kerja sama dengan P2P lending

 

Editor: Handoyo .
Terbaru