kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Biofarma daftarkan vaksin Sinopharm untuk uji klinik booster vaksin Covid-19


Rabu, 15 Desember 2021 / 05:40 WIB
Biofarma daftarkan vaksin Sinopharm untuk uji klinik booster vaksin Covid-19

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Stok masih banyak, PT Biofarma (Persero) mendaftarkan vaksin Sinopharm untuk uji klinik booster vaksin virus corona (Covid-19).

Sebelumnya vaksin Sinopharm didatangkan untuk vaksinasi gotong royong. Program vaksinasi ini tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang nantinya pelaksanaannya dibayarkam oleh perusahaan untuk vaksinasi karyawannya.

"Khusus untuk Sinopharm ini karena dia adalah vaksin yang non APBN ini juga kami lagi memproses registrasi untuk mendapatkan izin penggunaan darurat sebagai vaksin booster," ujar Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/12).

Honesti bilang, saat ini terdapat stok vaksin Sinopharm sebanyak 4,09 juta dosis. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penggunaan vaksin tersebut dalam program vaksinasi gotong royong baru sebanyak 2,47 juta dosis.

Baca Juga: Booster vaksin Covid-19 Sinovac dan Pfizer ampuh meningkatkan antibodi

Laju vaksinasi gotong royong pun terkesan lambat dengan melihat cakupan dosis pertama baru 8,54% dari target VGR. Sementara untuk dosis kedua baru sebanyak 7,97% dari target.

Sedangkan stok vaksin secara keseluruhan saat ini sebanyak 65,9 juta termasuk vaksin Sinopharm. Sebagian besar vaksim tersebut telah didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

"Ini lah yang sekarang lagi dikebut oleh tim Kemenkes dan lainnya bagaimana program vaksinasi sesuai amanah presiden bisa kita lakukan," ungkap Honesti.

Honesti menambahkan, Biofarma telah mendistribusikan 279 juta dosis vaksin hingga 12 Desember lalu. Saat ini angka sebanyak 147,46 juta masyarakat Indonesia telah mendapat vaksinasi dosis pertama dan 103,63 juta orang telah mendapat dosis kedua.

Baca Juga: Pemerintah genjot 40% masyarakat dapat vaksin Covid-19 lengkap di akhir 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×