Bikin Bingung, PHK Massal Terjadi di Tengah Pertumbuhan Industri Tekstil

Senin, 07 November 2022 | 10:09 WIB Sumber: Kompas.com
Bikin Bingung, PHK Massal Terjadi di Tengah Pertumbuhan Industri Tekstil


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, terjadi fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada industri tekstil. 

Padahal, pada saat yang sama, data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan, kinerja industri tekstil dan manufaktur di dalam negeri menguat sepanjang kuartal III 2022. 

Plt Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Abdurohman menjelaskan pertumbuhan ekspor produk tekstil masih sangat tinggi hingga kuartal III 2022. 

Ekspor pakaian dan aksesoris pakaian (HS61) tumbuh 19,4%, pakaian dan aksesoris non-rajutan (HS62) tumbuh 37,5%, dan alas kaki (HS64) tumbuh 41,1%n per September 2022. 

Selain itu, lanjutnya, Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia juga tumbuh, menyentuh angka 53,7 pada September 2022 atau naik dari sebelumnya 51,7 pada Agustus 2022. 

Baca Juga: Bukan Bansos, Ini Upaya yang Harus Dilakukan Pemerintah Guna Antisipasi Badai PHK

"Jadi sampai posisi September di kuartal-III ini (2022), menunjukkan bahwa kinerja di tekstil sebenarnya masih cukup tinggi," kata Rohman dilansir dari Antara, Minggu (6/11/2022). 

Bahkan pertumbuhan penjualan industri tekstil yang mencapai 10%, lebih tinggi dibandingkan total keseluruhan industri manufaktur yang sebesar 5% pada September 2022. 

"Tekstil ini tumbuhnya double digit, sedangkan industri manufaktur baru di kisaran 5% untuk penjualan. Jadi ini agak membingungkan kalau misalkan terjadi PHK," kata Rohman. 

Di lain kesempatan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti PHK massal di industri tekstil kemungkinan disebabkan adanya relokasi pabrik ke daerah dengan upah yang lebih murah. 

Baca Juga: Antisipasi Badai PHK, Ekonom Sarankan BSU Naik Jadi Rp 1 Juta Per Bulan

Hal ini didukung oleh pembangunan infrastruktur, khususnya di Pulau Jawa yang semakin bagus, sehingga semakin banyak kawasan industri yang berkembang. 

"Jadi, kemungkinan terlihat PHK di satu daerah, tetapi muncul kesempatan kerja di daerah lain," kata Sri Mulyani. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru