kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.728   60,00   0,34%
  • IDX 6.087   -7,98   -0,13%
  • KOMPAS100 800   -4,11   -0,51%
  • LQ45 613   -3,76   -0,61%
  • ISSI 214   -0,28   -0,13%
  • IDX30 351   -1,47   -0,42%
  • IDXHIDIV20 434   -5,26   -1,20%
  • IDX80 92   -0,41   -0,44%
  • IDXV30 120   -0,81   -0,67%
  • IDXQ30 114   -1,60   -1,38%

Biden: AS jaga komitmen suci dengan Taiwan dan Korea Selatan, beda dengan Afghanistan


Sabtu, 21 Agustus 2021 / 07:15 WIB

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Joe Biden menyatakan, sekutu seperti Korea Selatan dan Taiwan pada dasarnya berbeda dari Afghanistan dalam hal komitmen keamanan Amerika Serikat.

Biden membuat pernyataan itu menyusul penarikan pasukan AS dari Afghanistan telah menimbulkan keraguan atas komitmen keamanan Washington kepada sekutu.

“Ada perbedaan mendasar antara Taiwan, Korea Selatan, NATO,” kata Biden dalam sebuah wawancara dengan ABC, Kamis (19/8), seperti dikutip Yonhap.

"Kami berada dalam situasi di mana mereka adalah entitas yang telah membuat kesepakatan dengan kami, bukan berdasarkan perang saudara yang mereka alami di Taiwan atau Korea Selatan," ujarnya.

Baca Juga: Taipe: Taiwan tidak akan runtuh seperti Afghanistan jika terjadi serangan

Tetapi, "Pada kesepakatan di mana mereka memiliki pemerintah persatuan yang, pada kenyataannya, sedang mencoba untuk mencegah orang jahat melakukan hal-hal buruk kepada mereka," imbuh dia.

Biden menekankan, Amerika Serikat telah menjaga "komitmen suci" bahwa mereka akan merespons jika ada yang menyerang atau mengambil tindakan terhadap sekutunya.

"Sama dengan Jepang, sama dengan Korea Selatan, sama dengan Taiwan," tegasnya.

Sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan menyatakan, Pemerintahan Biden tidak berniat mengurangi kehadiran pasukan AS di Korea Selatan atau Eropa.

"Komitmen kami kepada sekutu dan mitra kami adalah suci dan selalu begitu," ujar dia, seperti dilansir Yonhap.

Selanjutnya: Taliban: China dapat berkontribusi pada pembangunan di Afghanistan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×